SHARE
Warga Kayong dan Sambas Dambakan Infrastruktur Dasar

Sukadana – Pasangan calon (paslon) dalam Pilgub Kalbar, Milton Crosby-Boyman Harun, disambut antusias warga Teluk Melano, Kabupaten Katong Utara.

“Pada kesempatan itu kami disambut antusias oleh dua etnis baik Melayu maupun Tionghoa yang berasal di sana dengan adat mereka,” ujar Milton kepada awak media.

Milton mengungkapkan, dirinya merasa bangga melihat dua etnis ini hidup rukun antar sesama. Ia mengatakan, pada kesempatan yang sama ia menyampaikan visi, misi dan program kerja kepada masyarakat.

“Dari apa yang kami sampaikan, sama saja mereka minta supaya jalan (rusak) menjadi tanggung jawab provinsi supaya dibenahi kembali. Jalan dari Teluk Melano-Lintas Kalimantan ada 120 kilometer,” kata dia.

Di samping itu, masyarakat setempat menginginkan adanya fasilitas air bersih.

“Karena daerah itu belum ada satupun air bersih, untuk PDAM dan lain sebagainya,” ucapnya.

“Kemudian yang ketiga, mereka menginginkan pembinaan nelayan. Rata-rata dari nelayan laut, mereka minta kapal  dan pukat yang wajar. Supaya pemilik modal tidak menguasai kawasan laut,” kata Milton sambil berjanji akan menampung aspirasi tersebut.

“Itu semua kita tampung. Tentu kita akan lihat sesuai kemampuan kita masing-masing,” pungkasnya.

Sementara itu,  Pasangan calon (pason) dalam Pilgub Kalbar nomor urut 2, Karolin-Gidot menyatakan siap untuk mengawal dan melanjutkan program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di semua kabupaten/kota yang ada di Kalbar.

“Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari tujuh program utama pembangunan yang akan kami laksanakan jika masyarakat mempercayakan kami untuk memimpin Kalbar nantinya. Infrastruktur itu termasuk di dalamnya adalah jalan dan jembatan,” ujar Karolin saat berada di Sambas, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk Kabupaten Sambas ada beberapa ruas jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi yang tentu pembangunannya harus dilanjutkan dan diperjuangkan jika diriya dan Gidot terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur nantinya.

“Salah satu hal yang akan kita upayakan adalah jembatan penyeberangan Sekura menuju ke Kecamatan Paloh kemudian menghubungkan Kecamatan Teluk Keramat dan Kecamatan Jawai,” terang dia.

Ia mengatakan, sebelumnya Pemprov Kalbar juga sudah melakukan survei untuk rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Tebas dan Tekarang. Dari hasil survei itu, tentu harus dilanjutkan dengan tahap berikutnya, agar pembangunan jembatan ini bisa terealisasi.

“Manfaatnya tentu akan sangat besar, selain bisa melancarkan arus transportasi masyarakat, harga barang di tiga kecamatan ini juga akan menjadi lebih murah. Dampak besar lainnya, perputaran ekonomi masyarakat tentu akan meningkat dan berujung pada pembangunan yang bisa lebih cepat dilakukan,” jelas dia. (W-S)