SHARE
Tiga Paslon Siap Adu Gagasan Pengelolaan SDA

PONTIANAK – Tiga pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar menyatakan dirinya siap adu gagasan tentang pengelolaan sumber daya alam (SDA). Gagasan para kandidat ini akan diuji oleh publik melalui debat yang akan disiarkan secara langsung oleh PonTV pada Sabtu (5/5/2018) malam di Qubu Resort.

Calon Gubernur nomor urut 1 Milton Crosby menyatakan pihaknya tidak melakukan persiapan khusus karena sudah siap dari awal. “Tinggal mempersiapkan fisik agar cukup istirahat. Kebetulan materi yang dibahas kali ini sudah masuk dalam visi misi kami,” kata Milton.

Pro rakyat, pro demokrasi, dan pro pemekaran. Hal itulah yang akan digaungkan pasangan Milboy (Milton-Boyman) dalam debat nanti. Sehingga pada saat debat kandidat itu sebenarnya menggali potensi untuk ditawarkan kepada masyarakat di bidang ekonomi, bidang pemerintahan, dan di bidang ketenagakerjaan.

Ia menegaskan pihaknya akan menyampaikan program lebih tajam, lebih tuntas. Melalui debat ini masyarakat dapat menentukan pilihan siapa yang cocok dan tepat untuk menahkodai Kalbar ke depan.

“Kami tetap pegang moto Menuju Kalbar Era Baru. Kita ingin Kalbar yang maju. Kalbar yang bersatu, Kalbar yang bermartabat, dan Kalbar yang berkeadilan dalam negara kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Sedangkan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot menyatakan kesiapannya untuk mengikuti debat publik putaran kedua.

“Kami tentunya sudah siap mengikuti debat tersebut. Kita akan paparkan banyak hal, khususnya terkait tema debat pembangunan ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam,” kata Karolin.

Menurutnya, sesuai dengan tema debat itu, pasangan Karolin-Gidot sudah memiliki program kerja yang dituangkan dalam visi dan misi membangun Kalbar hebat lima tahun ke depan. Karolin-Gidot mengaku sangat paham dalam memaksimalkan potensi kekayaan alam Kalbar demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya dan Pak Gidot orang asli dari wilayah pedalaman Kalbar. Tentunya kami berdua sangat mengerti masalah lingkungan serta cara mengatasinya,” lanjut Karolin.

Tentang apa yang akan menjadi komitmen pasangan Karolin-Gidot dalam membangun Kalbar hebat melalui pengelolaan SDA yang ramah lingkungan, Karolin menjawab jika hal itu akan dikupas saat debat berlangsung.

“Itu masih rahasia ya. Pada debat pertama kita buat kejutan. Kali ini juga akan kita buat gebrakan, sehingga masyarakat Kalbar yang sudah cerdas dan bercita-cita menjadi Kalbar hebat untuk Indonesia hebat, tahu siapa calon yang lebih paham dan mengerti tentang kondisi daerahnya,” tukasnya.

Selanjutnya, Cagub Kalbar nomor urut 3 Sutarmidji berharap pelaksanaan debat kandidat kedua bisa lebih ramai dan bisa disaksikan banyak orang. “Saya rasa KPU harusnya berpikir debat dilaksanakan di televisi nasional agar lebih banyak penontonnya sehingga visi misi paslon tersampaikan dengan baik,” katanya.

Menurut Sutarmidji, pada debat kandidat pertama masyarakat kecewa karena tidak banyak yang bisa menyaksikan debat kandidat tersebut. Banyak warga yang protes. Padahal ini tentang isu daerah. Sejatinya semua bisa menyaksikan. Apalagi selisih biayanya hanya beda tipis.

Menyoal persiapan dirinya dan Ria Norsan menghadapi debat kedua, Cagub Kalbar Sutarmidji menuturkan tidak ada persiapan khusus. “Tidak ada persiapan khusus, kami jalani seperti biasa,” pungkasnya. (NAN)