SHARE
BPD dan TKD Klaim Unggul Telak Pada Debat Keempat

PONTIANAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar siap menghelat debat publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2018 siap dihelat di Ballroom Hotel Aston, Kamis (21/6/2018) pukul 16.00 WIB.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar Ramdan menuturkan debat kali ini mengusung tema Politik, Hukum, Kepemerintahan yang Baik dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

“Kita sudah rapat koordinasi. Ini debat publik terakhir. Artinya masing-masing calon akan menjadi lebih maksimal,” ujar Ramdan di Pontianak, Senin (11/6/2018).

Dikatakan Ramdan, sama seperti sebelumnya, debat ketiga ini juga melalui enam segmen. Hanya saja karena kapasitas ruangan yang memadai. Pada debat kali ini,  kuota tiap-tiap pendukung pasangan calon (paslon) ditambah 10 orang.

“Awalnya 100, sekarang ditambah menjadi 110 orang. Kita sudah konfirmasi ke pihak EO, dan terpenuhi. Karena ini debat terakhir dan ruang pun mencukupi,” jelasnya.

Selain itu, jadwal debat yang sebelumnya berlangsung pada pukul 19.00 WIB akan berubah menjadi 16.00 WIB. Pihaknya akan menindaklanjuti perubahan itu dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Akan kita promosikan melalui media sosial dan kalau bisa selesai hari ini. Kita juga akan membuat spanduk-spanduk,” terangnya.

Hingga saat ini, KPU Kalbar saling bersinergi kepada seluruh pihak terkait dalam persiapan debat publik yang terakhir ini. Dari hasil rakor pun sudah disampaikan bahwa debat kali ini akan disiarkan secara langsung melalui stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI).

“Insya Allah tidak ada kendala. Demikian juga pihak EO yang sedang melakukan pemantapan dan pematangan teknis,” tuturnya.

Pada hari-H, akan dilaksanakan gladi bersih pukul 08.30 WIB. Ia berharap semua paslon dapat hadir. Agar mereka tahu teknis di lapangan dan mengecek perlengkapan alat yang akan digunakan.

“Setelah gladi kita akan briefing bersama host, moderator, pasangan calon dan EO untuk teknis lainnya. Insya Allah semua bisa siap,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Bawaslu Kalbar Faisal Riza mengatakan pada debat putaran terakhir ini akan mengandalkan kekuatan host (moderator) dalam mengendalikan situasi.

“Karena ini putaran terakhir, mungkin masing-masing ingin mengepresikan diri. Namun untuk potensi konflik saya kira masih dalam batas wajarlah. Kita hanya ingin memastikan host mampu mengendalikan karena host adalah jantung pertahanan dari semuanya,” ungkap Faisal.

Penambahan kuota tim pendukung juga dianggapnya bukan hal yang dapat memicu terjadinya konflik. Hal itu diyakini dia setelah melihat hasil dari dua putaran debat sebelumnya yang berlangsung damai.

“Pada debat kedua malah terjadi interaksi yang cukup ceria. Saya harap didebat yang ketiga ini tetap ceria. Karena ini hajat kita semua, hajat warga Kalbar,” ungkapnya.

Faisal juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masing-masing paslon dan tim pendukung untuk dapat mengikuti debat putaran terakhir ini dengan tertib.

“Kita semua harus menghindari potensi terjadinya konflik. Sampaikanlah argumen masing-masing sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Tujuan debat ini agar masyarakat bisa mengetahui apa visi dan misi masing-masing paslon,” pungkasnya.  (NAN)