SHARE
Pemkot Pontianak Tutup Dua Restoran Penunggak Pajak
Petugas Pol PP Kota Pontianak saat menyegel restoran penunggak pajak. Foto: HAG/kalbarupdates.com

PONTIANAK-Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak yang tergabung dalam Tim Penertiban Pajak Daerah menutup sementara dua testoran di Jalan Uray Bawadi Kelurahan Sungai Bangkong Kecamatan Pontianak Kota.

Penutupan dilakukan dengan menempel stiker bertuliskan: Tempat Usaha Ini Ditutup Sementara oleh Badan Keuangan Daerah Karena Tidak Membayar/Menunggak Pajak.

Sekretaris BKD Kota Pontianak Mahardika Sari mengatakan, kedua restoran yang ditutup oleh Tim Penertiban Pajak Daerah dikarenakan menunggak pajak. “Nilai tunggakan berkisar antara Rp270 juta hingga Rp300 juta,” katanya di Pontianak, Rabu (11/3/2020).

Dia mengatakan, sebelum dilakukan tindakan penutupan ini, pihaknya sudah melayangkan surat teguran selama tiga kali dan terakhir surat paksa agar mereka menyelesaikan tunggakan pajaknya.

“Dengan demikian, secara aturan dan surat keputusannya juga sudah diterbitkan oleh wali kota untuk dua restoran ini maka dilakukan penutupan sementara,” lanjutnya.

Penutupan ini berlaku selama wajib pajak belum membayar atau melunasi piutang pajaknya. Namun jika mereka menyelesaikan seluruh tunggakannya, maka mereka diperkenankan untuk membuka kembali usahanya. “Sepanjang mereka melunasi tunggakan pajaknya, maka mereka bisa beroperasi kembali,” sebut Mahardika.

Terkait keringanan pajak yang diminta oleh wajib pajak, mereka tetap diminta harus menyetorkan terlebih dahulu, minimal sebagian dari piutangnya. Kemudian baru dilakukan secara prosedural untuk memberikan keringanan.

“Alasan dari wajib pajak ada yang mengaku omzetnya menurun, ada juga peralihan kepemilikan. Tetapi karena sudah prosedur maka harus ditaati,” tegasnya.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana menyatakan, pihaknya akan mengawasi kedua restoran yang telah ditutup tersebut. Kendati sudah dilakukan penempelan stiker penutupan sementara pada hari ini, mereka masih diperkenankan untuk tetap menyelesaikan operasionalnya hingga tutup malam harinya.

“Apabila keesokan harinya mereka menyelesaikan tunggakan pajaknya, baru kemudian pihaknya akan membuka kembali segel stiker yang sudah ditempel,” ujar Syarifah.

Ia menghimbau kepada pemilik usaha untuk tidak membuka stiker ini, jika mereka belum menyelesaikan tunggakan pajaknya. Apabila hal itu dilakukan pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi yang lebih berat. (HAG)