SHARE
Kronologis Terbaliknya Satu Unit Kapal Penyeberangan di Kabupaten Sekadau
Situasi di Dermaga Sunyat Kabupaten Sekadau. Foto: Polsek Belitang Hilir.

SEKADAU – Satu unit kapal penyeberangan yang menghubungkan Sungai Asam – Sunyat di Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau dikabarkan terbalik pada Senin (22/4/2019) malam. Kesalahan para ABK (anak buah kapal) dalam menyusun kendaraan diduga menjadi penyebab terbaliknya kapal yang bermuatan 8 unit mobil tersebut.

Berdasarkan informasi dari Kepolisian Sektor Belitang Hilir, peristiwa tersebut berawal sekitar pukul 19.30 WIB ketika awak kapal telah selesai menyusun kendaraan yang akan menyeberang ke Sungai Asam. Kapten kapal yang merasa para ABK nya sudah selesai menyusun kendaraan lantas kemudian memberangkatkan kapal tersebut dari dermaga.

Namun, baru beberapa meter dari dermaga kapten kapal kembali menyandarkan kapalnya di dermaga Sunyat. Kapten tersebut merasa bahwa kapal yang dinahkodainya terlalu miring dan memerintahkan ABK nya untuk mengatur ulang posisi kendaraan.

Setelah disandarkan, kapal berhasil mengeluarkan satu unit mobil box dan satu mobil pribadi merk Kijang Innova. Selang beberapa saat, kemiringan kapal semakin bertambah dan air telanjur masuk ke badan kapal.

Kondisi tersebut memaksa para penumpang dan ABK menyelamatkan diri dengan melompat ke tepian dermaga. Tak beberapa lama, kapal tersebut pun terbalik dengan ikut serta membawa 6 unit mobil truk yang dimuatnya.

Tidak ada korban jiwa atas peristiwa naas ini. Namun, satu orang ABK atas nama Dimas mengalami syok hingga harus dibawa ke Puskesmas Belitang Hilir untuk menjalani perawatan.

Akibat adanya peristiwa ini, moda transportasi penyeberangan dari Ibukota Sekadau menuju tiga kecamatan pun mengalami lumpuh total. Hal itu lantaran penyeberangan tersebut merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat untuk menuju ke tiga kecamatan tersebut.

Adapun muatan dan pengemudi dari 6 unit truk yang ikut terbalik bersama Ferry KMP Saluang sebagai berikut

  1. Truk dengan nomor polisi KB 8271 VA yang dikendarai Niko lasneno bermuatan karet seberat +/- 9 ton.
  2. Truk dengan nomor polisi KB 8982 SB bermuatan kosong yang dikendarai Sutomo.
  3. Truk dengan nomor polisi KB 8912 RL yang dikendarai Budi Susanto bersama Gilang bermuatan karet seberat +/- 9 ton.
  4. Truk dengan nomor polisi H 1356 YY yang dikendarai Zulkifli bersama Dwi Prasetyo, Suheri Bujang, Maryoto dan Bujang bermuatan besi seberat 6,710 ton.
  5. Truk dengan nomor polisi KB 8840 VL yang dikendarai Mahmud bersama Ahmad Dzakiri bermuatan besi serat 10,600 ton.
  6. Truk dengan nomor polisi KB 4838 FA yang dikendarai Luthfi bersama Sunardi bermuatan besi dengan berat 10,690 ton.

Sebelum kapal terbalik kendaraan Mobil box KB 9665 QC dan mobil Innova dapat dikeluarkan.

Sementara data anak buah kapal yang saat itu sedang bertugas sebagai berikut.

  1. Bambang sebagai kapten kapal
  2. Yahya sebagai mualim 2
  3. Agustinus sebagai masinis 2
  4. Efendi Usman sebagai juru mudi
  5. Ya’kub sebagai juru mudi
  6. Yusidianto Murad sebagai juru minyak
  7. Alik Pratama sebagai juru minyak
  8. Ardhi sebagai kelasi
  9. Syahrani sebagai petugas loket
  10. Herman Hanafi sebagai petugas lapangan
  11. Dimas sebagai kepil
  12. Doyok sebagai kepil (NAJ)