SHARE
Jika Kamu Merasa Tenteram Peluklah Aku
Aksi sosial eksperimen yang dilakukan POM Kalbar di Tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak. Foto: CRS/Kalbarupdates.com

PONTIANAK – Tindakan terorisme tak hanya menghabisi nyawa sesama, tetapi juga menyudutkan agama Islam. Dampaknya, banyak orang menjadi khawatir dengan keberadaan orang berjubah dan bercadar.

Kondisi ini diperparah sikap aparat yang selalu merilis ciri-ciri pelaku teror dengan jubah dan jenggot panjang serta berjilbab yang disertai cadar. Ikon-ikon ini muncul seketika dan membentuk opini publik bahwa pelaku teror adalah Islam. Warga akhirnya merasa ketakutan.

Hal inilah yang mendasari sejumlah organisasi masyarakat dan mahasiswa, untuk berbuat sesuatu yang menegaskan bahwa Islam adalah agama yang membawa kedamaian.

Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar misalnya, menggelar aksi sosial eksperimen di Tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumat (25/5/2018). “Kita ingin menguji kepercayaan masyarakat terhadap Islam,” kata Syarif Muhammad Rahman, Koordinator Sosial Eksperimen POM Kalbar.

Hasilnya, kata Rahman, masyarakat mulai paham ada oknum yang memanfaatkan agama untuk aksi teror. Pelan tapi pasti masyarakat sudah terbuka pikirannya dan mulai menyadari hanya oknum yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan agama sebagai tameng.

Menurut Rahman, sosial eksperimen tersebut dilakukan dengan menempatkan seorang laki-laki berjubah dan wanita bercadar dengan menggunakan penutup mata sambil memegang pamflet bertuliskan: “Jika Kamu Merasa Tenteram Peluklah Aku”. Alhasil, banyak masyarakat yang masih percaya dengan keberadaan orang-orang berjubah dan bercadar.

“Agama Islam pada dasarnya merupakan rahmat bagi seluruh alam dan selalu mengajarkan kebaikan kepada sesama, bahkan kepada yang bukan pemeluk Islam,” jelasnya.

Sosial eksperimen ini dilakukan, sambung Rahman, atas dasar ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada umat Islam. Terutama kepada kaum muslimin yang menggunakan jubah serta kaum muslimah yang memakai cadar.

Rahman menambahkan, hakikatnya Islam tidak pernah mengajarkan untuk berbuat kericuhan di masyarakat. Islam selalu mengajarkan perdamaian, bukan peperangan. Apalagi perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat.

Farid (30), salah satu warga yang tertarik dengan sosial eksperimen ini mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan Islam. Hanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan agama.

“Tidak benar jika ada orang yang mengatakan bahwa terorisme merupakan ajaran Islam. Hanya orang-orang yang salah dalam mengartikan ilmu dalam Islam yang membuat mereka terjerumus ke dalam lembah kesesatan,” jelas Farid . (CRS)