SHARE
Gagasan Para Cawako Pontianak dalam Pusaran Diskusi

PONTIANAK – Forum Diskusi Era Baru (Fordeb) bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalbar dan Komunitas Arsitek Muda & Pegiat Urbanisme Cawan berkolaborasi menggagas forum diskusi. Forum ini sekaligus membedah gagasan pembangunan para Calon Wali Kota Pontianak.

Anggota Fordeb Ireng Maulana mengatakan dialog ini bukan untuk wadah kampanye para calon wali kota, melainkan sebagai forum untuk mengetahui gagasan para calon mengenai pembangunan di Kota Pontianak.

“Dialog ini akan kami lakukan secara terus-menerus dengan mengundang calon wali kota yang berbeda dalam setiap forumnya dengan tema yang sama yang akan kami berikan untuk setiap calon,” jelas Ireng Maulana di Pontianak, Senin (9/4/2018).

Menurut Ireng, lazimnya peletakan kebutuhan pembangunan kota, langsung digodok dalam pembagian sektor-sektor. Misalnya pendidikan, kesehatan, pariwisata, pekerjaan umum, kependudukan, perhubungan, komunikasi dan informatika, perindustrian, perdagangan, pertanian, perikanan dan sektor-sektor lainnya.

Orientasi pada sektor-sektor ini, jelasnya, akan berdampak pada pemilihan sektor prioritas dan potensial yang akan mendapatkan dukungan penuh dengan kebijakan dan pembiayaan penuh. Sedangkan sektor-sektor yang bukan prioritas akan sulit mengalami perkembangan.

Ireng menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakatlah yang seharusnya menginspirasi lahirnya urusan di dalam sektor-sektor yang prioritas. Bukan sektor-sektor yang mendikte program-program siap saji.

“Kebutuhan masyarakat Kota Pontianak untuk tahun 2020 sampai seterusnya masih berada pada konsepsi dasar meliputi air yang harusnya dikelola dengan kolaboratif. Lalu internet dengan tingkat kemapanan teknologi untuk informasi digital,” jelasnya.

Selanjutnya, sistem dan infrastruktur moda angkutan massal alternatif, energi terbarukan sebagai sumber daya alternatif, serta rasa aman dari semua sektor dengan pemerintah yang berani membuat kebijakan baru yang mengayomi masyarakat.

Salah satu calon Wali Kota Pontianak Sataruddin mengatakan bahwa program kerja yang menjadi visi misinya merupakan hasil dari dialog dengan masyarakat. “Ini masih memungkinkan adanya pembaharuan demi mengubah wajah ibu kota Kalbar menjadi lebih baik,” jelasnya. (CRS)