SHARE
DAD Kalbar Siap Somasi BNPB
Salah satu lahan yang terbakar di wilayah kabupaten kubu raya. Foto: Dok Damkar Swadesi Borneo.

PONTIANAK – Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat beserta ormas dan organisasi sayap berencana memberikan somasi kepada Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Rencana tersebut akan disamapaikan melalui pernyataan sikap yang akan disampaikan pada Kamis (30/8/2018) di Gedung DPRD Kalbar. Sebelumnya, Sutopo menyampaikan pernyataan bahwa masyarakat di Kabupaten Sanggau, Sambas, Kubu Raya dan lainnya memiliki tradisi gawai serentak yaitu kebiasaan persiapan musim tanam dengan membuka lahan dengan cara membakar.

Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar Jaksius Sinyor mengaku bahwa pertemuan menyikapi apa yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, yang memberikan statemen bahwa penyebab asap disebabkan karena bertepatan dengan gawai.

“Statemen tersebut tidak diterima oleh masyarakat Dayak Kalbar, sehingga kami melakukan klarifikasi untuk meluruskan kembali dan memberikan sikap. Kalau pun nanti ada aspek hukum, baik hukum adat dan sebagainya akan dibicarakan di kemudian hari,” kataJakius Sinyor di Pontianak, Senin (27/8/2018).

Jakius menambahkan masyarakat adat Dayak tidak menerima pernyataan tersebut yang menyebut asap di Kalbar karena ladang berpindah. Dan hal ini sudah bertahun-tahun melaksanakan itu, kenapa baru sekarang dipermasalahkan.

Akibat pernyataan itu Jaksius mengaku dia akan memberikan peringatan kepada yang bersangkutan melalui pernyataan sikap. Pernyataan sikap tersebut akan disampaikan di Kantor DPRD Kalbar pada Kamis (30/8/2018) mendatang.

“Mengenai somasi, pihaknya melalui Divisi Advokasi DAD Kalbar akan mengkaji terlebih dahulu terkait unsur pidananya. Kita lihat dulu ada tidak unsur pidananya terkait dengan UU informasi seperti ketidaknyamanan bahasa yang disampaikan. Dan kita akan pelajari dulu, kita kaji baik fakta data maupun saksi,” lanjutnya.

Dalam aksi yang akan disampaikan di Kantor DPRD Kalbar nanti, Jakius menegaskan bahwa kegiatan itu merupakan pembelaan kepada masyarakat Dayak dan tidak disusupi kepentingan politik.

“Kita murni membela kepentingan masyarakat. Tidak ada unsur politik. Dan kita akan melaksanakanya dengan tertib. Rencana akan menurunkan 300 sampai 500 orang yang terdiri dari organisasi pemuda, organisasi sayap, dan DAD di Pontianak, serta ormas-ormas yang ada,” jelasnya. (CRS)