SHARE
BayarLah Zakat Fitrah Lebih Awal

PONTIANAK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat mengeluarkan imbauan khusus tentang pembayaran zakat fitrah. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua MUI Kalbar K.H. Basri Har kala ditemui di Kantor MUI Kalbar, Kompleks Masjid Raya Mujahidin, Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Dalam imbauannya, umat Islam diingatkan agar tidak lupa membayar zakat karena hal itu merupakan salah satu kewajiban di bulan suci Ramadan. Di samping itu, penganut agama Islam juga turut diingatkan soal ketentuan nilai zakat yang mesti dibayarkan kepada amil (pengumpul zakat). 

“Di bulan Ramadan ada kewajiban khusus yaitu zakat fitrah. Ini jangan sampai lupa. Zakat fitrah itu makanan pokok sesuai dengan yang kita makan, katakanlah beras. Beras yang kita makan itulah yang difitrahkan. Jangan kita makan beras mahal, tapi yang difitrahkan beras murah. Tidak boleh,” ujarnya kepada awak redaksi, Rabu (29/5/2019).

Basri menerangkan bahwa batas akhir pembayaran zakat ialah tanggal 1 Syawal. Lebih tepatnya lagi, sebelum pelaksanaan ibadah salat Idulfitri.

“Terakhir itu pada hari 1 Syawal sebelum khatib naik mimbar. Kalau umpamanya lupa, malam-malam nya karena kesibukan pagi-pagi kejar dulu pergi bayar fitrah. Paling lambat itu. Kalah sudah salat Idulfitri, ya sudah tidak sah lagi fitrah,” tuturnya.

Meskipun batas akhir pembayaran zakat ialah tanggal 1 Syawal, umat Islam dikehendaki Basri bisa membayar zakat lebih awal. Hal itu bertujuan supaya para amil leluasa menyalurkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerima zakat. 

“Kalau bisa bayarlah awal-awal. H-3 lah paling lambat bayarnya. Jadi amil ini atau petugas penerima zakat punya kesempatan untuk membagi. Kalau sudah malam takbiran, bila mau disampaikan kepada mustahik,” ajaknya. (NAJ)