SHARE
Balai Gakkum KLHK Kalimantan Amankan 10 Burung Dilindungi
Kepala Seksi Wilayah III Pontianak Balai Gakkum KLHK Kalimantan, David Muhammad saat memberikan keterangan pers di Toko Burung ANEN Pontianak. Foto: Istimewa.

PONTIANAK – SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak Balai Penegakan Hukum KLHK Kalimantan bersama Korwas Ditreskrimsus Polda Kalbar menggerebek Toko Burung ANEN di Jalan Teuku Umar No 5 Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, pada Senin (2/7/2018).

Dua ekor Burung Jalak Putih (Sturnus melanopterus) dan delapan ekor Burung Madu (Family nectariniidae) disita petugas. Aparat juga menetapkan pemilik toko berinisial SG (45) sebagai tersangka.

Kepala Seksi Wilayah III Pontianak Balai Gakkum KLHK Kalimantan, David Muhammad menegaskan bahwa pihaknya masih akan mengusut dan mengungkap pelaku lainnya yang terlibat. “Toko Burung ANEN diduga menyimpan, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang,” katanya dalam konferensi pers di Markas SPORC Brigade Bekantan, Rabu (4/7/2018).

Burung Jalak Putih dan Burung Madu menurut PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan TSL, termasuk dalam list satwa yang dilindungi. Burung Jalak Putih menurut IUCN merupakan spesies dengan status critically endangered (CR) yang berisiko tinggi untuk punah dari alam liar.

Menurut David, penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat tentang adanya aktivitas perdagangan burung-burung yang dilindungi yang dilakukan oleh SG, pemilik Toko Burung ANEN.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, kata David, penyidik mendapat keterangan bahwa tersangka mendapatkan dua ekor Burung Jalak Putih dari luar Kalimantan yang dibelinya sekitar Rp700 ribu per ekor. “Burung tersebut akan dijual kembali dengan harga Rp2 juta per ekor,” katanya.

Balai Gakkum KLHK Kalimantan Amankan 10 Burung Dilindungi
Burung Jalak Putih (Sturnus melanopterus) yang disita aparat SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak Balai Penegakan Hukum KLHK Kalimantan bersama Korwas Ditreskrimsus Polda Kalbar di Toko Burung ANEN. Foto: Istimewa

Sementara delapan ekor Burung Madu dibeli dari seorang penyuplai burung dari Kubu Raya. Burung-burung dilindungi itu akan dijual kembali dengan harga per ekornya sekitar Rp75 ribu kepada pembeli di Pontianak.

Aktivitas jual beli burung tersebut menurut David sudah dilakukan tersangka sejak delapan tahun lalu. Tersangka juga sebelumnya sudah pernah mendapat sosialisasi dari Balai KSDA Kalbar untuk tidak melakukan aktivitas jual beli burung dilindungi, namun Toko Burung ANEN masih tetap melakukan aktivitas ilegal tersebut.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun, dan denda paling banyak Rp100 juta.

Dalam penanganan perkara ini, jelas David, Balai Gakkum Kalimantan mendapat dukungan dari Balai KSDA Kalbar. “Kita didukung untuk identifikasi jenis dan titip rawat barang bukti satwa tersebut,” jelasnya. (R-1)