SHARE
Aparat TNI tampak mengecek barang bukti gula ilegal. Foto: Pendam XII Tanjungpura.

SANGGAU – Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif Raider 641/Beruang mengamankan dua belas karung gula pasir ilegal seberat 600 kilogram, Minggu (22/12/2019). Gula yang hendak diselundupkan ke wilayah Indonesia itu ditemukan di jalur tikus perbatasan sektor kanan PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono mengatakan, penggagalan penyelundupan gula ilegal tersebut bermula saat personel Pos Kotis Gabma Entikong bersama empat anggota lainnya melakukan rotasi jaga di pos sektor kanan PLBN Entikong. Personel kemudian melanjutkan patroli dengan kegiatan penyergapan di sekitar jalan tikus patok batas negara G. 128.

Di tengah-tengah patroli, aparat TNI menemukan adanya tumpukan karung dalam semak-semak. Curiga akan tumpukan tersebut, aparat kemudian melakukan pemeriksaan dan mendapati dua belas karung gula pasir dengan total bobot seberat 600 kilogram. Gula tersebut diduga akan diselundupkan melalui jalur tikus sektor kanan PLBN Entikong atau tepatnya di sekitar patok batas negara G.128.

Gula seberat enam kuintal itu, lanjut Kukuh, langsung diamankan di Pos Kotis Gabma Entikong. Barang bukti tersebut akan diserahkan kepada Bea Cukai untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

“Kami akan terus meningkatkan upaya pencegahan masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia dengan memperketat pengawasan di jalur-jalur tikus perbatasan,” tegasnya. (NAJ)