SHARE
Menanti Bukti Gubernur Terpilih

PONTIANAK – Bertempat di Ballroom Hotel Kapuas Palace, Jalan Budi Karya Pontianak, KPU Provinsi Kalimantan Barat melalui rapat pleno terbuka menetapkan pasangan Sutarmidji-Ria Norsan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kalimantan Barat periode 2018-2023. Sah.

Proses panjang dilalui Sutarmidji dan Ria Norsan. Mulai dari tahapan pendaftaran, masa kampanye, masa tenang, pemungutan suara, hingga berakhir di penetapan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. Mereka meraih 1,13 juta suara atau 51,55 persen dari total suara sah, mengungguli dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lainnya, Karolin-Gidot dan Milton-Boyman.

Pasangan yang diusung oleh Nasdem, PKB, PKS, Golkar, dan Hanura tersebut tinggal menunggu pelantikan untuk memulai amanah barunya. Amanah yang tentunya lebih berat dibandingkan memimpin Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah, dua daerah yang sebelumnya dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih.

Masyarakat Kalimantan Barat menantikan langkah demi langkah, cara demi cara, strategi demi strategi seperti apa yang dilakukan oleh pemimpin terpilih untuk mewujudkan “Kalbar Baru Untuk Semua” seperti yang dijanjikan saat kampanye.

Jargon tersebut tentu bukan sekadar jargon kampanye biasa. Sebab, Hanta Yudha, Direktur Poltracking yang jadi konsultan politik Midji-Norsan butuh waktu lama untuk menetapkan jargon tersebut jadi bahan kampanye.

Publik juga masih sangat ingat bagaimana Sutarmidji dan Ria Norsan secara bergilir, dari satu daerah ke daerah lainnya menjanjikan percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan kesejahteraan masyarakat, dan perbaikan tata kelola pemerintahan. Ketiga hal itulah yang jadi visi besar mereka saat menjadi kepala daerah yang tiga kali lebih luas wilayahnya dibandingkan Pulau Jawa tersebut.

Pasangan nomor urut tiga tersebut sangat yakin bahwa visi besar mereka dapat terwujud selama memimpin Kalimantan Barat lima tahun ke depan. Visi besar yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD 2005-2025 dan RPJPN 2005-2025.

Visi besar itu diurai menjadi 14 misi, yakni:

1. Mempercepat pembangunan infrastruktur.

2. Mempercepat pembangunan infrastruktur perbatasan.

3. Mempercepat pemekaran daerah.

4. Menerapkan prinsip-prinsip Good Governance.

5. Memperbaiki tata kelola pemerintahan.

6. Meningkatkan masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan inovatif

7. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat struktur ekonomi.

8. Mengurangi daerah tertinggal.

9. Mengurangi ketimpangan antarpenduduk dan antarwilayah.

10. Mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

11. Memperkuat peran dan fungsi penelitian.

12. Memantapkan ketertiban masyarakat.

13. Mewujudkan masyarakat yang agamis dan bermoral.

14. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan.

Visi besar dan keempat belas misi tersebut juga diikuti dengan 54 program pembangunan dan 74 target capaian.

Harapan tinggi dipatok berbagai kalangan pasca ditetapkannya pengganti Cornelis dan Christiandy Sanjaya, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode sebelumnya.

Jumadi, pakar politik Universitas Tanjungpura Pontianak mengatakan bahwa pasangan Midji-Norsan punya jaminan dalam pembangunan suatu daerah. “Saya rasa Midji-Norsan telah mempunyai jaminan dalam pembangunan suatu daerah,” katanya usai debat pilgub ketiga di Hotel Aston Pontianak, Kamis (21/6/2018).

Selain itu, Jumadi juga memperhatikan rekam jejak Midji-Norsan selama memimpin daerahnya masing-masing yang dinilainya berhasil menumbuhkan ekonomi yang signifikan.

“Masyarakat dapat menilai dengan akal sehat bahwa Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah menjadi daerah yang paling maju dalam pertumbuhan ekonomi. Itu modal bagus bagi Midji-Norsan ketika memimpin Kalbar,” ucap Jumadi.

Optimisme serupa juga diucap oleh Bambang, salah seorang warga Desa Menukung, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. “Pak Sutarmidji dan Pak Ria Norsan pemimpin yang bersih dan amanah. Keduanya pantas memimpin Kalbar,” katanya.

Di mata Bambang, paslon ini punya pengalaman yang banyak dalam memimpin birokrasi atau pemerintahan. Sudah terbukti mampu membangun Pontianak dan Mempawah. Dia berharap mereka juga mampu membangun semua daerah di Kalbar ini.

Berkaitan dengan misi mempercepat pemekaran daerah, anggota DPRD Provinsi Kalbar Prabasa Anantatur juga berharap kepada Midji-Norsan untuk mewujudkannya.

“Pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang jadi salah satu misi Midji-Norsan memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat luas. Sudah selayaknya Kapuas Raya terbentuk. Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang selama ini menjadi harapan masyarakat bisa segera terwujud,” harap Prabasa.

Keberhasilan Midji mewujudkan tata kelola pemerintahan selama menjadi Wali Kota Pontianak diharapkan dapat diciptakan pula saat Ia menduduki kursi nomor satu di jajaran Pemerintahan Provinsi Kalbar. Harapan tersebut diucapkan Arda, Ketua LSM Pengawas KPK.

“Pemimpin baik itu adalah pemimpin yang dapat mengelola pemerintahan dengan baik dan bersih. Hal itu ada di pasangan Midji-Norsan karena sebelumnya Sutarmidji berhasil meraih penghargaan tata kelola pemerintahan terbaik se-Indonesia dan Pontianak disulap menjadi kota yang bersih dari korupsi.”

Sudah barang tentu, mewujudkan harapan-harapan masyarakat yang diutarakan selama kampanye merupakan kewajiban dari kepala daerah terpilih. Selain mewujudkan dan menunaikan visi dan misi, gubernur dan wakil gubernur terpilih juga berkewajiban menjalankan fungsinya sebagai wakil pemerintah pusat (desentralisasi) dan melaksanakan otonomi daerah seperti yang tertuang dalam Pasal 91 UU Nomor 23 tahun 2014.

Penduduk Kalbar yang jumlahnya 5,3 juta jiwa itu, kini tengah menunggu waktu yang tepat untuk menagih janji-janji tersebut. Menanti apakah visi, misi, program pembangunan, dan target capaian yang disusun dapat terwujud. Atau, apakah visi, misi, dan program pembangunan itu hanya sebagai syarat melengkapi dokumen kelengkapan calon peserta pemilihan kepala daerah saja. Rakyat Kalbar menanti bukti gubernur terpilih. (NAJ)