SHARE
Warga Lapas II A Pontianak Siap Mencoblos

PONTIANAK – Pesta demokrasi yang akan berlangsung 27 Juni 2018 besok merupakan hak seluruh warga Kalimantan Barat yang sudah cukup syarat untuk melakukan pencoblosan, tak terkecuali warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pontianak.

Kasi Binadik Kelas IIA Pontianak sekaligus Ketua KPPS 34 Mego Sukoco mengatakan bahwa pihaknya sejak pagi tadi telah membagikan undangan kepada 397 warga binaan yang akan mengikuti Pemilu besok.

“Total dari 397 warga binaan yang terdaftar sebagai pemilih, sebanyak 368 orang berjenis kelamin laki-laki dan 29 orang lainya berjenis kelamin perempuan,” jelas Mega Sukoco, Selasa (26/6/2018).

Mega mengatakan persiapan logistik untuk penyelenggaraan Pilkada besok juga telah disiapkan. Dan kotak suara juga telah diambil dari kantor desa setempat dengan pengawalan dari pihak kepolisian.

“Dalam lapas ini terdapat dua buah TPS yang disiapkan, yakni TPS 34 dan TPS 35. Kita sudah sampaikan kepada pihak kepolisian dengan kantor desa, bahwa penyusunan untuk tempat pemilihan akan segera dipersiapkan sore hingga malam ini,” jelasnya.

Mega Sukoco mengatakan alasan persiapan dilakukan sore hari dikarenakan untuk menghindari kerusakan bilik suara dan kotak pemilihan suara oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebab TPS nantinya akan ditempatkan pada aula lapas yang merupakan tempat aktivitas narapidana.

“Insya Allah besok pagi kita sudah siap untuk pelaksanaan pemilihan. Dan pengamanan selama proses pencoblosan akan diperketat dan diawasi langsung oleh pengawas dari KPU maupun Panwaslu yang bertugas,” ucapnya.

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada TPS 34 sebanyak 201 orang, sementara pada TPS 35 sebanyak 196 yang dikeluarkan oleh KPU. Sedangkan jumlah keseluruhan dari warga binaan hingga saat ini sebanyak 948 orang, dengan tahanan laki-laki per 26 Juni 2018 sebanyak 872 orang dan perempuan 76 orang. Dari jumlah 948 tersebut hanya sekiranya 45 persen yang memiliki hak suara di luar terpidana hukuman mati.

“Sebelumnya kami telah mengajukan kepada KPU terkait DPT di dalam lapas, namun data yang keluar hanya 45 persen. Selain warga binaan yang merupakan warga dari luar Kalbar hanya berkisar 10 hingga 15 persen, sehingga sisanya warga Kalbar tidak dapat hak pilih,” jelasnya.

Mega mengindikasi bahwa sejumlah tahanan yang tidak mendapat undangan dalam pemungutan suara besok, karena alamatnya masih menggunakan alamat domisili lama. Kendati demikian, pihaknya masih akan terus berkoordinasi dengan KPU karena banyak pertanyaan dari warga binaan terkait hak mereka. (CRS)