SHARE
Sutarmidji-Norsan Menangi Pilgub Kalbar Versi Quick Count LSI

PONTIANAK РPeneliti dari Lingkaran Survei Indonesia Denny JA mengeluarkan pengumuman terkait hasil quick count yang mereka lakukan dari hasil Pilkada Kalbar.  

“Berdasarkan hasil quick count yang kita lakukan dari hasil pemilihan Gubernur Kalbar, pasangan Sutarmidji-Ria Norsan keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara 58,29 persen,” kata Peneliti LSI Dewi Cahyani di Pontianak, Rabu (27/6/2018).

Dia menjelaskan, data tersebut diambil dari jumlah sampling pada 355 TPS. Di mana sampel tersebar secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih dan dipilih secara acak di seluruh Kalbar. Dengan sampling error yang digunakan sebanyak 1 persen.

Adapun persentasi perolehan pasangan calon berdasarkan hasil quick count Pilkada Kalbar versi LSI, untuk pasangan Milton-Boyman sebanyak 7,37 persen. Pasangan Karolin-Gidot 34,35 persen, dan pasangan Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 58,29 persen.

“Perlu kami tegaskan, hasil quick count ini bukan hasil resmi. Data resmi tetap berdasarkan pada hasil pleno penetapan suara oleh KPU Kalbar,” tuturnya.

Dari jumlah pemilih 3.448.653 dengan jumlah TPS 11.658, diambil sampel sebanyak 355 TPS yang dijadikan sampel. Prosesnya, kata Dewi, LSI mendatangi TPS yang sudah ditentukan dan mengikuti hasil pemilihan di TPS.

Selanjutnya, hasil kemudian langsung disampaikan ke SMS center dan melaporkan ke koodrinator wilayah jika sudah mencatat sampel tersebut. “Data SMS kemudian dikumpulkan dalam satu database dan dianalisis kemudian disampaikan hasilnya kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Peneliti LSI lainnya, Fajar Moestar memaparkan, mengapa Sutarmidji-Norsan bisa menang, dari hasil riset kualitatif yang dilakukan. Karena persepsi masyarakat bahwa pasangan ini sudah berhasil menjadi kepala daerah di Pontianak dan Mempawah selama dua periode.

“Terlebih indeks kepuasan masyarakat dari dua daerah ini sangat tinggi,” katanya.

Faktor lainnya, pergerakan pasca-penetapan calon gubernur dan wakil gubernur. ¬†Pasangan ini langsung bergerak ke berbagai desa dengan frekuensi tinggi di atas rata-rata kandidat lain. “Sehingga di sini mesin politik tampak bergerak secara masif dan sistematis seperti parpol dan ormas pendukung paslon,” tuturnya.

Fajar mengatakan pada survei terakhir, tercatat approval rating Sutarmidji adalah yang tertinggi dibanding calon lainnya. Hal ini merupakan salah satu faktor kemenangan paslon ini. Faktor ini pula yang tidak bisa diantisipasi lajunya oleh paslon lain.

“Kemudian, salah satu faktor yang sangat menentukan kemenangan pasangan ini berada di pemilih muslim cukup solid. Semuanya mendukung pasangan Sutarmidji-Ria Norsan dan hal ini yang tidak diantisipasi lawan politik lainnya,” pungkasnya. (NAN)