SHARE
Ratusan Penghuni Rutan Kelas II B Mempawah Siap Mencoblos

PONTIANAK – Ratusan penghuni Rumah Tahanan Kelas II B Mempawah yang sudah dicoklit oleh KPU siap mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus pada Rabu (27/6/2018).

“Rutan Mempawah TPS 13 sudah kita koordinasikan dengan ketua KPPS. Semua warga rutan yang memiliki hak pilih dan punya data lengkap sudah didata oleh KPU,” jelas Hidayah, Kepala Rutan Kelas II B Mempawah, Selasa (26/6/2018).

Dikatakannya, untuk pemilihan gubernur saat ini ada 153 orang warga rutan yang termasuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). 143 orang pemilih laki-laki dan 10 orang pemilih perempuan .

“Kalau bupati ada 277 pemilih. 264 pemilih laki-laki dan perempuannya 13 orang,” terangnya.

Hidayah mengaku seluruh kebutuhan logistik sudah didistribusikan. Sehingga pihaknya beserta warga binaan lapas sudah siap untuk memilih kepala daerah sesuai dengan pilihan masing-masing.

“Kita ikut seperti yang di luar. Dimulai jam 7 pagi sampai jam 12 siang,” ungkap Hidayah.

Sementara itu,  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pol Didi Haryono terus mengajak masyarakat untuk membangun suasana yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Sehingga seluruh rangkaian dari Pilkada bisa berjalan aman dan sukses.

“Hari ini 11.658 logistik sudah sampai. Dari PPK ke TPS yang akan di komputer oleh KPPS ke TPS-TPS masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan suasana Pilkada di Kalbar tetap aman. Semua hal berkaitan dengan pengamanan sudah dipetakan oleh mereka. Baik dari jajaran KPUD maupun Bawaslu,  diakui Didi semua aspek keamanan sudah diatur.

“Tolong masyarakat memantau juga. Karena ini untuk kebersamaan. Kalau tidak aman, tidak mungkin seperti ini kegiatan kita. Kita ingin aktivitas-aktivitas itu sesuai dengan rencana, dan berjalan normal, aman, dan sukses,” tandasnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kalbar Ramdan mengatakan pada H-1 hari pencoblosan seluruh logistik dipastikan sudah sampai pada seluruh TPS di 14 kabupaten/kota.

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang belum menerima surat undangan atau C6, dipersilahkan membawa KTP elektronik atau Suket yang menunjukkan bukti tempat tinggalnya.

“Kalau setelah dicek tidak ada di dalam DPT tapi yang bersangkutan memiliki KTP elektronik ada suket yang menunjukkan bahwa dia benar warga di situ. Maka yang bersangkutan tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan membawa KTP pada pukul 12.00 sampai 13.00. Itu disebut dengan pemilih tambahan,” pungkas Ramdan.  (NAN)