SHARE
DPR RI Apresiasi Suasana Pilkada Kalbar

PONTIANAK – Anggota DPR RI Daniel Johan mengapresiasi suasana pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 di Kalimantan Barat yang tetap berjalan kondusif.

“Saya lihat, masyarakat Kalbar itu menunjukkan sudah matang berdemokrasi. Kita boleh beragam suku, beragam budaya, latar belakang agama tapi semuanya sudah dewasa pada akhirnya hati yang menentukan pilihan,” ujar Daniel Johan, ketika menyambangi kediaman Calon Gubernur Sutarmidji di Pontianak, Kamis (28/6/2018).

Dalam kesempatan itu, politisi PKB ini juga menyampaikan apresiasi atas kemenangan pasangan nomor 3 Sutarmidji-Ria Norsan.  

“Berarti ada satu harapan yang baru kepada Pak Midji. Dan tugas ke depan bersama kita adalah mengawal agar Pak Midji amanah. Bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” ungkapnya.

Daniel meminta, jika hasil hitung manual dalam rapat pleno sama dengan hasil quick count, maka ia meminta pasangan nomor urut 3 ini untuk menaikkan taraf para petani karet yang sudah 7 tahun menderita dengan cara membangunkan pabrik kecil.

“Jadi tidak lagi menjual bongkahan-bongkahan. Tapi menjual karet yang kualitasnya baik,” jelas Daniel.

Ia mencontohkan kepada Sutarmidji untuk melihat sektor pertanian di Sambas. Hilirisasi sudah berjalan dan nilai tambah ini langsung ke petani. Hasilnya, para petani itu bisa umroh, bisa menyekolahkan anak-anak, dan membangun rumah.

“Artinya peningkatan petani pasti akan berdampak ke geliat seluruh Kalbar karena kalau pendapatan meningkat semua penjualan akan laku,” tandasnya.

Pesta Sudah Usai

Pemilu Kepala Daerah Gubernur Kalimantan Barat telah selesai dilaksanakan. Hasil sementara penghitungan cepat berbagai lembaga survey menyatakan jika pasangan nomor urut 3 Sutarmidji-Ria Norsan berhasil unggul dari kedua paslon lainnya.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada PKB, yang mengusung saya. Terutama pada jajaran DPP terutama Cak Imin dan Pak Daniel serta jajarannya. Sampai-sampai Cak Imin membuat video untuk diviralkan dalam rangka kampanye,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (28/6/2018).

Midji menjelaskan, dukungan Daniel Djohan telah disampaikan panjang lebar di mana telah dikenal oleh masyarakat.

“Beliau ini ada program yang khusus dengan kemajuan petani di Kalbar karena memang komisi beliau. Nah anggota DPR yang seperti inilah sebenarnya yang kita dambakan,” tuturnya.

Midji mengakui tidak semua anggota dewan seperti Daniel Djohan, meski ada beberapa juga yang peduli.

“Kita kecewa, nah Pak Daniel ini tidak. Ini ada juga program-program yang sesuai dengan visi-misi kita sinergi dengan Pak Daniel. Misalnya isu pertanian, bisa lewat beliau. Intinya, keinginan kita bersama, perolehan nilai tukar petani, mereka bisa sejahtera. Oleh karena itu harus diperhatikan betul,” paparnya.

Berkaitan dengan quick count, Sutarmidji mengakui sudah menunjukkan dan akan memenuhi keinginan masyarakat luas seperti pada bidang tani.

“Insya Allah kami tidak euforia dengan itu, tapi kami tunggu sampai sesuai aturan, menunggu sampai pleno-nya KPU. Tapi kita juga terus menjalin komunikasi semoga aman dan terkendali. Pertarungan untuk memperoleh suara dalam Pilkada sudah selesai, dan sekarang kite tinggal kembalikan kepada aturan dan semoga dapat berjalan lancar,” terangnya.

Terkait dengan para pendukung seluruh Paslon, ditambahkan Midji tidak ada masalah sepanjang masih sopan, tidak menyerang pribadi terutama yang beredar di media sosial.

“Tapi kalau menyerang pribadi, saya kan sudah bilang apapun ini kita senyum saja. Saya rasa itu biasa, paling satu dua hari ini. Karna masih ada, ada yang belum bisa terima ini. Mungkin selama ini die semangat menang, itu juga berlebihan. Tapi saya yakin semakin hari, tensi akan semakin menurun,” tuturnya lagi.

Terkait program yang akan diusung setelah pelantikan, Sutarmidji enggan menggunakan program seratus hari.

“Saya tidak mau pakai program seratus hari, pokoknya apa yang saya sampaikan pada saat kampanye, apa yang menjadi visi misi saya Pak Ria Norsan itu akan kita implementasikan,” jelasnya.

Bagaimana mengimplementasikannya, terang Midji, ya bekerja sama dengan pusat, dengan daerah tingkat II, kemudian awal anggota DPR-RI dari Dapil Kalimantan Barat I dan Kalimantan Barat II.

Lewat mereka inilah, kata Midji, program percepatan visi misi bisa diwujudkan. “Jika kita harapkan APBD, saya rasa akan lambat. Terobosan itu yang akan kita lakukan,” pungkasnya. (NAN)