SHARE
Bawaslu Kalbar Petakan Indikator dan Jumlah TPS Rawan

PONTIANAK – Bawaslu Kalbar memetakan TPS rawan di seluruh wilayah Kalbar dalam proses pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Kalbar.

Komisioner Bawaslu Kalbar Faisal Riza mengatakan bahwa tujuan dari pemetaan TPS rawan ini sebagai langkah  perbaikan   untuk mengurangi terjadinya potensi pelanggaran di hari pemungutan serta dalam penghitungan suara nantinya.

“Kami menyediakan data analisis mengenai kerawanan  berbasis TPS untuk menyusun   strategi pencegahan pelanggaran  pemilihan di tahapan pemungutan dan penghitungan suara,” jelas Faisal.

Dengan adanya pemetaan tingkat kerawanan, bisa menunjang tingkat  pengetahuan dan kesiapan seluruh pengawas TPS dalam melaksanakan  pengawasan pemungutan maupun perhitungan suara.

“Adapun pemetaan ini guna sebagai alat deteksi dini untuk mencegah pelanggaran serta disusun berdasarkan potensi yang berdasarkan pengamatan dan pengukuran yang dilakukan oleh pengawas TPS,” tambahnya.

Pemetaan ini dibuat sebagai acuan Bawaslu untuk melakukan patroli pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Kalbar ke seluruh wilayah secara berjenjang pada tanggal 24-26 Juni 2018, yakni pada masa tenang  dan pengawasan pada saat hari-H pemungutan suara.

Berikut seluruh indikator kerawanan yang ditetapkan oleh Bawaslu Kalbar beserta jumlah TPS di seluruh wilayah Kalbar:

Indikator 1 pemilih yang memasuki syarat tidak masuk DPT: Total jumlah TPS rawan 1.684 TPS.

Indikator 2 pemilih tidak memenuhi syarat  masuk DPT: Total jumlah TPS rawan 436 TPS.

Indikator 3 terdapat pemilih disabilitas: Total jumlah TPS rawan 1.398 TPS.

Indikator 4 DPTB lebih dari 20 dalam TPS: Total jumlah TPS rawan 214 TPS.

Indikator 5 terdapat pemilih di wilayah khusus: Total jumlah TPS rawan 618 TPS.

Indikator 6 terdapat aktor politik uang: Total jumlah TPS rawan 813 TPS.

Indikator 7 praktik pemberian uang atau barang: Total jumlah TPS rawan 491 TPS.

Indikator 8  terdapat relawan bayaran di TPS: Total jumlah TPS rawan 860 TPS.

Indikator 9 KPPS mendukung paslon tertentu: Total jumlah TPS rawan 860 TPS.

Indikator 10 c6 tidak didistribusikan ke pemilih: Total jumlah TPS rawan 887 TPS

Indikator 11 TPS berada didekat posko/rumah paslon: Total jumlah TPS rawan 413 TPS.

Indikator 12 KPPS tidak mengikuti BIMTEK: Total jumlah TPS rawan 274 TPS.

Indikator 13 ketersediaan logistik: Total jumlah TPS rawan 1.208 TPS.

Indikator 14 praktik mempengaruhi pemilih berdasarkan suku, agama, dan ras: Total jumlah TPS rawan 795 TPS.

Indikator 15 terdapat praktik menghina,  menghasut, di antara pemilih terkait isu agama, suku, dan ras: Total jumlah TPS rawan 360 TPS(CRS)