SHARE
Transformasi Digital Jadi Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Kinerja
Pupuk Indonesia pun dianugerahi penghargaan dalam ajang TOP Digital Award 2019. (Dok: Pupuk Indonesia)

Suara.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menggenjot efisiensi melalui beragam langkah strategis dan inovatif di sejumlah kegiatan operasional perusahaan. Salah satunya di bidang Teknologi Informasi (IT).

Melalui implementasi sistem digitalisasi yang dikembangkan sejak 2014, perusahaan pun mampu mencatatkan efisiensi dan pertumbuhan kinerja setiap tahunnya.

Berkat keberhasilan tersebut, Pupuk Indonesia pun dianugerahi penghargaan dalam ajang TOP Digital Award 2019.

Pupuk Indonesia dianugerahi penghargaan TOP Digital Implementation 2019 on Fertilizer Sector dan TOP Leader on Digital Implementation 2019 yang ditujukan kepada Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas asikin Idat.

Penghargaan yang sama juga diberikan kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, anak usaha PT Pupuk Indonesia.

“Baik di induk usaha maupun di anak perusahaan, kami telah menerapkan single sistem ERP (enterprise resource planning) secara terpusat dengan standarisasi proses bisnis. Termasuk juga melakukan sentralisasi organisasi IT,” kata Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana dalam keterangannya, Kamis (28/11/2019).

ERP atau, perencanaan sumber daya perusahaan merupakan sistem informasi yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasi seluruh proses bisnis utama mulai dari aspek pengadaan, produksi, pemeliharaan, distribusi, pemasaran hingga akuntansi dan keuangan perusahaan.

Wijaya mengungkapkan, dengan mengimplementasikan single sistem ERP, perusahaan berhasil menuai peningkatan sebesar 25% untuk durasi pengerjaan Month End Closing, peningkatan sebesar 83% untuk proses pengadaan dan 76% untuk proses request persetujuan perjalanan dinas (SPD) sampai approval.

Sistem ERP juga memudahkan perusahaan dalam melakukan monitoring data penyaluran dan stok pupuk.

“Kami juga telah memaksimalkan penggunaan aplikasi e-Doff (Digital Office), siap GCG, dan Prisma (Pupuk Indonesia Risk Management Application) yang berbasis digital dan paperless sehingga mengurangi biaya,” ujar Wijaya.

Ke depan, Wijaya berharap tren positif ini bisa terus berlanjut, dan efisiensi yang dihasilkan dapat turut mendorong daya saing perusahaan. Efisiensi juga merupakan bagian dari program Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Grup yang dicanangkan sejak 2017.

Selain untuk mengakselerasi pencapaian bisnis, inisiatif efisiensi juga bertujuan untuk meringankan beban subsidi Pemerintah.

“Perusahaan juga secara konsisten menjalankan program transformasi digital di semua lini bisnis guna meningkatkan kembali efisiensi,” tutup Wijaya.

Sumber: Suara.com