SHARE
Pengurus Masjid Diminta Tolak Seluruh Tabloid yang Bersifat Kampanye
Tabloid Indonesia Barokah yang masuk ke Kalbar melalui Kantor Pos Pontianak saat hendak dibawa ke Mapolda Kalbar. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau para pengurus masjid se-Kota Pontianak untuk menolak penyebaran tabloid yang bermuatan kampanye. Imbauan tersebut dikeluarkan Edi dalam rangka menyikapi masuknya tabloid Indonesia Barokah ke Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. 

“Masuknya tabloid terutama yang bersifat kampanye tentu kita tolak. Kita mengimbau pengurus masjid di seluruh Kota Pontianak untuk tidak menerima tabloid-tabloid yang bersifat kampanye,” kata Edi saat ditemui di Halaman Parkir Ayani Mega Mal Pontianak, Sabtu (9/2/2019) malam.

Imbauan Ketua DMI Kota Pontianak ini bukannya tanpa alasan. Ia beranggapan bahwa tabloid tersebut memang sepatutnya dicegah masuk ke masjid lantaran isinya yang menjelekkan salah satu pasangan capres/cawapres. 

“Kalau isinya tadi, seperti yang diberitakan di media nasional, isinya itu kan menjelekkan salah satu paslon. Saya kira itu tidak baik. Tidak fair. Saya rasa itu tidak boleh apalagi masuknya ke masjid,” imbuhnya. 

Di tempat yang sama, Edi juga menegaskan bahwa DMI Kota Pontianak akan berpegang teguh terhadap instruksi Ketua Umum PP DMI yang melarang menjadikan masjid sebagai tempat kampanye. 

“Dewan Masjid Indonesia Kota Pontianak tetap berpegang teguh pada arahan DMI Pusat, Pak Jusuf Kalla bahwa masjid jangan digunakan sebagai sarana kampanye. Jadi masjid itu untuk tempat ibadah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa tabloid Indonesia Barokah sebanyak 2465 eksemplar telah masuk ke Kalbar melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia. Tabloid yang rencananya akan didistribusikan ke masjid-masjid di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat inipun sudah dibawa ke Mapolda Kalbar guna penyelidikan lebih lanjut. (NAJ)