SHARE
Panggil Tim Vaksin Merah Putih, Jokowi Gelar Rapat Tertutup di Istana Bogor
Presiden Joko Widodo dalam salah satu rapat terbatas perekonomian di Kantor Kepresiden, Jakarta, Selasa (7/2/2017). [Antara/Rosa Panggabean]

Suara.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat internal dengan Tim Vaksin Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/9/2020). Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup.

Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam pertemuan tersebut Jokowi meminta tim bekerja dengan cepat terutama dalam pengembangan bibit Vaksin Merah Putih.

“Presiden memberikan arahan agar tim segera bekerja cepat, terutama untuk pengembangan bibit vaksin Merah Putih. Yang mana bibit vaksin itu diteliti dan dikembangkan oleh institusi di dalam negeri,” kata Bambang usai pertemuan dengan Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, tim menyampaikan kepada Jokowi bahwa lembaga Biologi Molekuler Eijkman sudah memulai upaya pengembangan vaksin Merah Putih dengan platform protein rekombinan. Proses pengembangan vaksin tersebut sudah ada kemajuan.

“Saat ini prosesnya sudah mencapai 50 persen dari tugas Lembaga Eijkman mengembangkan bibit vaksin itu di laboratorium,” ucap dia.

Kata Bambang target pengembangan Vaksin Merah Putih yakni pengujian pada hewan sudah dapat diselesaikan pada akhir tahun 2020. Sehingga pada 2021 Lembaga Eijkman bisa menyerahkan bibit vaksin tersebut kepada PT Bio Farma untuk dilakukan formulasi produksi dalam rangka uji klinis.

“Setelah uji klinis itu selesai dan BPOM menyatakan bahwa vaksin Ini aman untuk digunakan dan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap covid-19, maka akan dilakukan produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma juga,” terangnya.

Tak hanya itu, Bambang memprediksi Indonesia bisa memproduksi vaksin Merah Putih dalam jumlah yang besar pada Triwulan IV tahun 2021.

Vaksin Merah Putih nantinya akan melengkapi keberadaan vaksin Covid-19 lainnya yang didatangkan dari hasil kerjasama dengan pihak luar, seperti Sinovac dari China dan G42 dari Uni Emirate Arab.

“Nah harapannya tentu proses vaksinasi bisa segera dikerjakan,” tuturnya.

Sumber: Suara.com