SHARE
Upaya Merawat Alam Dari Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan
Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan di Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah. Foto: Dok Prokopim Setda Provinsi Kalbar

MEMPAWAH – Pembangunan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah bukan semata untuk ritual wisata keagamaan bagi umat Katolik saja. Bangunan yang didominasi kayu dan motif Dayak tersebut merupakan salah satu upaya Keuskupan Agung Kota Pontianak dalam merawat dan melestarikan alam.

Dari sisi bangunan, rumah retret ini didekorasi menjadi 13 kamar yang tersebar dalam tiga unit. Setiap unit diberi nama buah-buahan dan pohon. Ada tengkawang, belian, dan limau.

Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus mengatakan upaya merawat dan melestarikan alam dari rumah retret ini bukan hanya sekedar penamaan buah dan pohon saja, melainkan turut menanam juga. Tengkawang misalnya, Keuskupan Agung Pontianak menebar bibit hingga 20 batang di sekitar rumah retret.

“Menurut kami, kita tidak bisa lepas dari alam. Dengan simbol-simbol itu sebagai upaya penyadaran bahwa sesungguhnya kita manusia tidak hanya boleh menggarap alam namun juga harus melestarikannya,” ungkap Agus dalam sambutannya saat meresmikan rumah retret tersebut Sabtu (24/10/2020).

Bukan hanya itu, rumah retret inipun dilengkapi aturan tegas bagi pengunjung. Di mana setiap pengunjung dilarang membawa air minum dalam kemasan botol sebab pengelola rumah retret sudah menyediakan botol minum ramah lingkungan dan air minum sulingan sendiri yang bisa menghasilkan 1.200 liter setiap harinya.

“Ini salah satu konsep yang kami gunakan. Hidup kembali ke alam. Ketika manusia kesulitan maka alam sejenak mengambil nafas,” ungkapnya sambil mencontohkan kondisi alam di tengah pandemi Covid-19 yang seakan kembali hidup.

Rumah retret ini juga menyajikan pemandangan yang sangat bagus. Lokasi dikelilingi hutan alam yang masih asri. Udara segar jauh dari polusi dan keramaian.

Namun begitu, Agus mengungkapkan sebetulnya pembangunan sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Hanya saja baru rampung pertengahan 2020 lalu. Alasannya tak lain karena kekurangan biaya. Untung, pihak pemerintah Provinsi Kalbar dan para donatur turut membantu.

“Saya Uskup Agung Pontianak mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalbar terutama kepada bapak gubernur telah meresmikan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II ini,” tutup Agus.

Di tempat yang sama, Gubenur Kalbar Sutarmidji mengatakan letak rumah retret ini cocok untuk melakukan wisata relegi. Pemandangannya yang bagus, udaranya yang segar serta jauh dari keramaian menjadikan lokasi ini strategis untuk umat katolik melalukan perenungan dan pendalaman agama.

“Mudah-mudahan rumah retret ini menjadi titik singgah bagi mereka yang akan berwisata religi. Karena Kalbar ini cukup banyak destinasi wisata tapi untuk terkaitan perenungan atau pendalaman religi itu masih kurang, kita bersyukur rumah retret sudah diresmikan,” kata Sutarmidji dalam sambutannya.

Midji berharap ke depan Provinsi Kalbar memiliki tempat wisata religi yang menyediakan paket wisata religi. Dengan begitu, pengunjungnnya tak hanya dari wisatawan lokal saja, namun juga wisatawan dari luar kalbar.

Dengan begitu, secara otomatis akan memajukan dan meningkatkan pendapatan daerah. Tentu hal ini juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Ke depan kalbar ini harus kita bangun adalah wisatanya, baik destinasi wisata alam dan wisata religi, sehingga wisatawan bisa mempunyai pilihan paket destinasi wisata yang ada di kalbar. Bagi saya kita bersama-sama membangun kalbar ini,” tutupnya. (MAN)