SHARE
TNI Serahkan Hasil Tangkapan Mobil Selundupan ke Bea Cukai
Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama dengan Kakanwil DJBC Kalbar Azhar Rasyidi tampak berdiri di depan salah satu mobil selundupan. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

SUNGAI RAYA – Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyerahkan hasil tangkapan anak buahnya kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Barat (Kakanwil DJBC Kalbar) Azhar Rasyidi, Selasa (19/11/2019). Barang bukti berupa tiga unit mobil tipe Porsche Targa, Toyota Land Cruiser dan Mercedes Benz Classic itu merupakan hasil tangkapan Satgas Perbatasan Yonif Mekanis 83 yang rutin melakukan patroli di wilayah perbatasan.

Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, penggagalan barang selundupan yang dilakukan anak buahnya ini turut menyeret enam orang pelaku yang kini sedang diperiksa oleh aparat kepolisian. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Ia berani memastikan kalau penyelundupan ini murni dilakukan oleh masyarakat sipil dan sama sekali tidak melibatkan aparat keamanan.

“Dalam pelaksanaan tugasnya, satuan paling terdepan Satgas Perbatasan dari Yonif Mekanis 83. Pelaksanaan tugas selama 9 bulan ini mereka sudah berhasil menggagalkan kasus-kasus yang ilegal sebanyak 103 kasus. Kemudian yang menonjol, seperti yang kita lihat bersama kendaraan-kendaraan ini dari Malaysia dibawa ke wilayah kita. Sesuai dengan ketentuan, barang bukti ini kita serahkan ke Bea Cukai dan nantinya tentu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk personelnya enam orang kami serahkan ke pihak kepolisian,” ucapnya usai menyerahkan barang tangkapan kepada Kakanwil DJBC Kalbar di Makodam XII Tanjungpura, Jalan Mayor Alianyang Sungai Raya, Selasa (19/11/2019).

Nur Rahmad menambahkan, upaya penyelundupan oleh para pelaku ini dilakukan dengan melewati jalan tikus. Upaya penyelundupan kerap kali dilancarkan pada malam hari dan dilakukan dengan meninggalkan kendaraan tersebut di jalan-jalan tikus.

“Mereka melalui jalan-jalan tikus dan dilakukan malam hari. Dia sistemnya seperti ditaruh, diselundupkan harapannya mungkin ada yang mengambil,” ujarnya.

Lebih lanjut jenderal bintang dua itu menjelaskan kalau penangkapan kali ini merupakan penggagalan mobil selundupan yang ketiga kalinya dilakukan. Ia menyebut, penggagalan penyelundupan tiga unit mobil ini kali ini merupakan perkara yang paling menonjol dari tiga kali penangkapan tersebut.

Sementara itu, Kakanwil DJBC Kalbar Azhar Rasyidi mengatakan barang tangkapan yang diserahkan ini akan ditetapkan sebagai barang yang dikuasai negara terlebih dahulu. Setelah dilakukan pendalaman, sambung dia, barulah kendaraan tersebut diproses apakah untuk dimusnahkan atau untuk dilelang.

“Setiap tahun pasti selalu ada. Ini akan kita dalami dulu. Sesuai ketentuan, ini akan kita tetapkan sebagai barang dikuasai negara dulu. Kemudian barang milik negara,” katanya.

Ditanya mengenai nilai dari ketiga barang tangkapan tersebut, Azhar mengaku belum bisa menghitungnya. Sebab kata dia, pihak yang berwenang melakukan penghitungan nilai suatu barang ialah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Adapun mengenai ancaman terhadap keenam pelaku, Azhar mengatakan akan dijerat dengan pasal tindak pidana penyelundupan dengan ancaman pidana di atas satu tahun. Kendati demikian, ancaman pidana dikatakannya bisa saja bertambah ataupun berkurang karena keenam pelaku saat ini masih menjalani proses pemeriksaan di kepolisian. (NAJ)