SHARE
TNI Amankan 29 Karung Pakaian Bekas Asal Malaysia
Personel Satuan Tugas Yonif R 641/Bru saat memeriksa 29 karung pakaian bekas ilegal asal Malaysia. Foto: Dok Satgas Yonif R 641/Bru

SAJINGAN – Satuan Tugas Yonif R 641/Bru kembali mengamankan barang ilegal  berupa 29 karung pakaian bekas asal Malaysia pada 27 Agustus 2020. Barang bekas yang biasa disebut “lelong” ini akan diselundupkan ke Indonesia.

Komandan Pos Sajingan Letda Inf Febri Ridho Nugroho yang memimpin patroli wilayah tersebut menyampaikan bahwa 29 karung pakaian bekas tersebut diamankan ketika menggelar patroli pada hari Kamis malam (27/08). Saat melintas di sektor kanan PLBN Aruk, tim patroli menemukan tumpukan lelong yang ditinggalkan pemiliknya.

Barang bukti penindakan tersebut saat ini telah diserahkan oleh Satgas Yonif R 641/Bru kepada pihak Bea Cukai wilayah Aruk. Semua barang bukti sebelum diserahkan kepada Bea Cukai terlebih dahulu diperiksa menggunakan mesin X-Ray di PLBN Aruk.

“Hal ini untuk memastikan tidak adanya barang-barang ilegal lain yang mungkin diselipkan di dalam karung pakaian bekas tersebut,” ujar Febri.

Dansatgas Pamtas Yonif R 641/Bru Letkol Inf Kukuh Suharwiyono mengatakan bahwa penyelundupan pakaian bekas termasuk dalam kegiatan illegal trading karena melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Selain pelanggaran terhadap aturan tersebut, dari sisi kesehatan pakaian bekas juga dapat membawa beberapa jenis mikrorganisme yang dapat menularkan penyakit kepada yang pemakainya, seperti bakteri Escherichia coli dan jamur.

“Memang secara ekonomis jual beli pakaian bekas ini cukup menjanjikan dan mendapatkan keuntungan yang besar. Tetapi kami berharap agar masyarakat tidak memperjualbelikan dan menggunakan pakaian bekas untuk alasan kesehatan. Pakailah produk dalam negeri demi meningkatkan ekonomi negara dan mengangkat harkat martabat bangsa kita,” pungkas Kukuh. (*/R-1)