SHARE
Sujiwo Janjikan Dana Pembinaan Bagi Kelompok Pegiat Budaya
Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

RASAU JAYA – Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menaruh perhatian tinggi terhadap pengembangan budaya di Kabupaten Kubu Raya. Perhatian itu Ia tunjukkan dengan rutin menghadiri pagelaran budaya dari berbagai etnik. Mulai dari pertunjukan wayang kulit oleh masyarakat Jawa, robo-robo dari masyarakat Bugis, tundang dari masyarakat Melayu, barongsai oleh masyarakat Tionghoa dan masih banyak lagi pertunjukan lain dari berbagai etnik yang ada.

Sujiwo menuturkan, perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap eksistensi budaya. Sebab jika pemerintah abai terhadap hal itu, bukan tidak mungkin seni budaya yang ada saat ini punah di kemudian hari.

“Pemkab Kubu Raya sangat memberikan perhatian kepada kelompok-kelompok budaya semua etnis. Budaya yang dimiliki suku Melayu, Dayak, Madura, Tionghoa, Bugis dan Jawa yang ada di Kubu Raya karena Kubu Raya ini multi etnis dan budayanya sangat banyak. Ini menjadi atensi kita dalam rangka pelestarian,” katanya saat menghadiri Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Jumat (29/11/2019) malam.

Wabup Kubu Raya ini menyadari bahwa pelestarian budaya juga harus ditopang dengan pendanaan yang memadai. Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar pelestari budaya saat ini memang hanya mengandalkan sumbangan swadaya dari masyarakat. Oleh karena itu, bersama Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, dirinya berjanji memberikan bantuan dana pembinaan bagi kelompok-kelompok pegiat budaya. Meskipun, diakuinya nominal bantuan yang diberikan nanti tidak akan mampu mengakomodasi semua biaya operasional yang dibutuhkan oleh kelompok pegiat budaya.

“Pemkab akan memberikan dana-dana pembinaan dengan tetap mengedepankan persyaratan-persyaratan. Karena apa, memelihara seni budaya itu juga perlu selain tekad keras masyarakat, perlu juga yang berkaitan dengan dana untuk pembinaan. Dari mungkin membeli seragamnya, peralatan-peralatan dan lain-lain. Itu pun lima puluh persen lebih masyarakat yang swadaya. Kalaupun ada bantuan, tidak terlalu besar dari Pemkab ya minimal bisa meringankan para praktisi pelaku seni,” jelasnya.

Lebih lanjut Sujiwo menegaskan kalau dirinya merupakan pemimpin bagi semua etnik di Kabupaten Kubu Raya. Kendati berasal dari suku Jawa, Sujiwo memastikan kalau Ia akan bersikap adil terhadap semua suku yang tersebar di sembilan kecamatan di Kubu Raya. (NAJ)