SHARE
Produksi Beras di Kubu Raya Diproyeksi Lampaui Kebutuhan Masyarakat
Ilustrasi: Suara.com

SUNGAI KAKAP – Produksi beras di Kabupaten Kubu Raya diproyeksikan bisa melampaui kebutuhan beras masyarakat. Jika kebutuhan masyarakat Kubu Raya yang saat ini mendekati 100 ribu ton beras, produksi beras pada tahun-tahun berikutnya ditargetkan bisa mencapai 116 ribu ton beras per tahun.

“Ini menyemangati masyarakat Kubu Raya untuk target-target capaian produksi pangan, terutama beras terealisasi. Di sini (Kubu Raya) ada 29 ribu hektar. Kalau rata-rata 1 hektar itu produksinya 3 ton, kalau 2 kali kan 6 ton gabah. Enam ton gabah itu kan setara dengan 4 ton beras. Berarti produksi beras di sini lebih dari 100 ribu ton beras, kalau dia 2 kali panen setahun,” kata Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menghadiri Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (3/11/2019).

Sutarmidji menuturkan, jika produksi beras di Kubu Raya dan daerah-daerah lainnya dapat tercapai, Ia optimis Kalimantan Barat akan surplus beras. Sebab menurut hasil perhitungannya, Kalbar bisa memproduksi beras lebih dari 600 ribu ton, sementara kebutuhan beras di Kalbar hanya sekitar 546 ribu ton.

“Kalau hanya untuk memenuhi kebutuhan beras Kubu Raya, 100 ribu ton itu cukup karena untuk Kalbar itu kebutuhannya 546 ribu ton beras. Kalau Kubu Raya bisa 100 ribu, Landak bisa 100 ribu, Kalbar bisa surplus pangan karena Ketapang, Mempawah, Sanggau dan daerah lainnya perkiraan saya bisa 800 ribu ton gabah kering giling dan itu setara 600 ribu ton beras. Itu lebih dari cukup,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan Wali Kota Pontianak itu juga mengajak para petani untuk memodernisasi cara bertani. Ia menerangkan, cara-cara tradisional sudah harus ditinggalkan karena modernisasi pertanian dapat semakin meningkatkan produksi beras dan perlahan bisa menghilangkan kebiasaan membuka lahan dengan membakar. (NAJ)