SHARE
Mereka Hidup di Sebuah Gubuk Tak Layak Huni
Kondisi gubuk keluarga Lena. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

SUNGAI AMBAWANG – Cerita pilu datang dari sebuah keluarga di Jalan Selat Panjang 2, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, terdiri dari sepasang suami istri dan 4 orang anak itu menetap di gubuk kecil dan hanya berdindingkan seng bekas.

Kehidupan keluarga ini dapat dikatakan serba kekurangan. Sang suami hanya bekerja serabutan, sementara dirinya hanya berjualan sayur keliling dengan pendapatan berkisar Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per hari.

Gubuk yang mereka tempati pun jauh dari kata layak. Ukurannya sangat kecil karena hanya berukuran 4×3 meter. Selain itu, jika terjadi hujan, keluarga ini terpaksa berdempet-dempet karena gubuk tersebut mengalami kebocoran.

Lena, sang ibu menceritakan bahwa keluarganya baru sekitar dua bulan menetap di gubuk tersebut. Sebelum itu, keluarganya tinggal di rumah orang tua sang suami di Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara.

“Saya numpang di sini. Tanahnya punya teman suami, katanya nantilah bayarnya kalau udah ada duit. Ini bangun sendiri. Sengnya dikasi orang bekas kandang ayam,” kata Lena saat didatangi redaksi, Sabtu (12/10/2019) siang.

Keempat anak Lena masing-masing berusia 15 tahun, 14 tahun, 5 tahun dan 1 tahun. Anak pertamanya terpaksa putus sekolah sejak dua tahun silam karena keterbatasan biaya. Anak keduanya yang kini duduk di kelas VII juga terancam bernasib sama. Lagi-lagi, karena keterbatasan biaya.

“Ini (anak pertama) berhenti sekolah pas kelas 5. Anak kedua masih sekolah SMP kelas 1,” ucapnya.

Kepada awak redaksi, Lena juga bercerita bahwa sejak beberapa terakhir dirinya mengalami diare. Tak cuma dia, anak keduanya, Elan juga mengalami demam sejak tiga hari terakhir.

“Udah beberapa hari diare. Disuruh opname di rumah sakit, karena tidak ada biaya, ya saya pulang lah. Elan (anak kedua) juga demam. Dia itu dulu pernah jatuh dari sepeda, terus tertimpa kayu. Karena kita tak punya uang, jadi tidak dibawa ke dokter. Sekarang kalau kena hujan dikit, pasti demam dia,” ungkapnya.

Sejak beritanya viral kemarin (Jumat, 11 Oktober 2019), berbagai bantuan pun datang ke kediaman Lena. Tak cuma bantuan makanan, sejumlah warga yang peduli juga memberikan uang tunai kepada keluarga Lena. Bahkan, ada pula warga yang menawarkan tempat tinggal untuk keluarga Lena.

Saat ini, Lena dan keluarganya juga sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak untuk menjalani pengobatan. Lena dibawa langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak Komisaris Polisi Syarifah Salbiah. (NAJ)