SHARE
Gubernur Kalbar Resmikan RSUD Kubu Raya
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menandatangani prasasti peresmian RSUD Kubu Raya. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

RASAU JAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kubu Raya resmi beroperasi. Peresmian pengoperasian RSUD ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

RSUD yang berlokasi di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya ini sebagian besar dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan sebesar Rp38,6 milyar. Rumah sakit tipe D ini sudah direncanakan pada tahun 2017 dan dimulai pembangunannya pada tahun 2018 lalu.

Gubernur Kalbar Sutarmidji pun menyambut baik keberadaan RSUD Kubu Raya. Sebagai kabupaten yang tergolong baru dimekarkan, Kubu Raya dinilainya cukup cepat memiliki RSUD. Ia juga menilai lokasi rumah sakit ini cukup strategis lantatan berdekatan dengan pelabuhan. sehingga dapat menampung pasien dari berbagai daerah.

“Kabupaten Kubu Raya usianya sudah 13 tahun. Termasuk cepat kalau punya RSUD. Apalagi wilayahnya luas dan bisa ditempuh lewat darat, udara dan laut. Rumah Sakit di sini strategis tempatnya karena bisa menampung pasien dari mana-mana,” katanya saat diwawancarai usai acara peresmian, Senin (6/1/2020).

Mantan Wali Kota Pontianak ini mendorong agar RSUD Kubu Raya ini bisa terus dikembangkan. Ruang rawat inap dikatakannya mesti diperbanyak dan kelengkapan-kelengkapan lainnya juga harus ditambah. Di samping itu, dirinya turut menyarankan agar RSUD Kubu Raya ini dijadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Ke depan harus terus dikembangkan. Ruang rawat inap diperbanyak, kelengkapan lain ditambah. Insyaallah lahan akan saya hibahkan khusus untuk pengembangan rumah sakit. Nah, kalau mau meningkatkan pendapatan jasa medisnya, sebenarnya harus perbanyak rawat inap. Kemudian, jadikan Badan Layanan Umum Daerah agar bisa mereka bisa mengolah anggarannya sendiri. Sehingga jasa medisnya bisa dikembalikan ke dokter,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan bahwa RSUD ini sebenarnya sudah bisa diresmikan pada akhir 2019 lalu. Namun, karena ada sejumlah kendala seperti belum selesainya pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), peresmian rumah sakit pun terpaksa ditunda.

Sesuai motonya, yakni ‘Unggul Dalam Pelayanan Ibu dan Anak’, rumah sakit ini dikatakan Muda akan memfokuskan pelayanan kepada ibu dan anak. Meski begitu, rumah sakit ini tetap melayani pasien lain bukan ibu-ibu ataupun anak-anak.

“Kita syukuri karena hari ini berjalan lancar. Kemarin memang ada penundaan peresmian karena permintaan Kemenkes terkait dengan beberapa syarat seperti IPAL dan lainain. Khawatir setelah diresmikan malah menimbulkan hal-hal yang mengganggu,” ucapnya.

“Kita fokuskan pada poli ibu dan anak. Kenapa, karena semua muaranya di situ. Bukan berarti kita tidak melayani yang lain, tapi itu lebih utama. Ini sesuai dengan program yang diarahkan oleh Presiden, yaitu meningkatkan kualitas SDM. Selain itu, juga untuk hal lain seperti meningkatkan angka harapan hidup,” tuturnya.

Sebagaimana rumah sakit baru pada umumnya, Muda menilai wajar jika RSUD Kubu Raya lebih banyak diisi oleh tenaga honorer. Sebab kata dia, jumlah tenaga kesehatan yang berstatus PNS di Kubu Raya juga sangat terbatas dan mereka pun bertugas di sejumlah puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah di Kubu Raya.

“Namanya rumah sakit baru tentu perlu kelengkapan-kelengkapan lainnya. Soal tenaga medis, pasti lebih banyak honor. Wajar karena mereka tenaga medis yang PNS sudah kita sebar di daerah-daerah. Kalau mereka kita tarik, khawatir nanti pelayanan di puskesmas-puskesmas malah menurun kualitasnya. Apalagi puskesmas, kan juga penting. Kalau tidak perlu ke rumah sakit, lebih baik ke puskesmas saja,” tukasnya.

Untuk diketahui, RSUD Kubu Raya ini memiliki lima poliklinik, antara lain gigi, bedah, anak, kandungan dan penyakit dalam. Adapun Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Kubu Raya ini ialah dr. Yuli Paulian Heri Wibowo dan dalam menjalankan tugasnya, Ia akan dibantu oleh 86 orang tenaga kesehatan. (NAJ)