SHARE
Edhy Prabowo Pertimbangkan Opsi Lain Selain Tenggelamkan Kapal Sitaan
Kapal asing hasil tangkapan KKP yang disita di Stasiun PSDKP Pontianak. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

SUNGAI KAKAP – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia berhasil menangkap tujuh buah kapal asing semenjak dipimpin Edhy Prabowo. Ketujuh kapal asing tersebut ditangkap di tiga lokasi berbeda, yaitu di perairan Bitung, Selat Malaka dan Laut Natuna Utara.

Setelah ditangkap dan disita, lalu akan dikemanakan kapal-kapal tersebut? Akankah Edhy Prabowo memilih jalan menenggelamkan kapal-kapal sitaan tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh pendahulunya, Susi Pudjiastuti?

Pertanyaan tersebut pun terjawab dalam sebuah konferensi pers di Stasiun PSDKP Pontianak. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan, kapal yang disita tersebut akan diserahkan ke pengadilan untuk diproses hukum lebih lanjut.

“Kapal yang tiga ini dan semuanya kita akan serahkan ke pengadilan. Sesuai dengan hukum yang ada, bahwa ke depannya mau diapakan kita juga tidak boleh semena-mena,” ungkapnya saat konferensi pers di Stasiun PSDKP Pontianak, Jalan Drs. Muhammad Hatta, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (9/1/2020).

Edhy mempertimbangkan opsi lain selain melakukan penenggelaman terhadap kapal-kapal sitaan. Opsi yang dipertimbangkannya ialah menghibahkan kapal-kapal sitaan itu ke sejumlah kampus perikanan di Indonesia

“Kemarin pada saat menangkap yang tiga di Laut Natuna Utara itu, kalau perlengkapan kita memadai, kita bisa saja langsung menenggelamkan. Tetapi, saya tidak terlalu khawatir kalau kapal-kapal ini tidak langsung kita tenggelamkan ataupun akhirnya kita hibahkan. Karena banyak sekali kampus-kampus yang punya jurusan perikanan yang membutuhkan kapal saat ini untuk pelatihan mereka,” imbuhnya.

Edhy menjelaskan bahwa pertimbangan tersebut didasari oleh banyaknya sekolah perikanan yang belum memiliki kapal praktik. Bahkan, sekolah-sekolah perikanan di bawah naungan KKP pun diakuinya masih ada yang belum memiliki kapal. Atas dasar itulah, dirinya menyarankan agar lebih baik kapal-kapal sitaan itu dihibahkan, ketimbang ditenggelamkan.

“Bisa dilihat banyak kampus yang memiliki kampus perikanan tetapi untuk praktik pun mereka harus numpang. Kenapa tidak kita mulai arahkan ke sana sambil belajar. Termasuk di KKP sendiri punya sekolah perikanan, tetapi untuk melatih mereka melaut itu kan belum ada (kapal),” tandasnya. (NAJ)