SHARE
Caleg Nasdem Tuding Bawaslu Semena-Mena Tertibkan APK
Caleg DPRD Kubu Raya dari Partai Nasdem Wahyu Harianto (berbaju biru) saat memprotes Bawaslu yang dinilainya semena-mena menertibkan alat peraga kampanye. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

SUNGAI RAYA – Penertiban alat peraga kampanye oleh Bawaslu Kubu Raya menuai protes dari caleg DPRD Kabupaten Kubu Raya Wahyu Harianto. Calon anggota legislatif dari Partai Nasdem ini menuding Bawaslu terlalu seenaknya dalam menertibkan APK. 

“Bawaslu tidak boleh seenak-enaknya sama kita. Mereka harus konfirmasi dulu sama kita,” ujarnya saat ditemui di Jalan Sungai Raya Dalam Kubu Raya, Selasa (29/1/2019).

Tudingan pria yang kerap disapa Akang ini bukannya tanpa sebab. Dirinya beralasan kalau Bawaslu tidak menyurati partainya terlebih dahulu sebelum melakukan penertiban. Padahal, lanjut caleg dapil Sungai Raya 1 ini, jika disurati terlebih dahulu, dirinya siap menertibkan sendiri alat peraga kampanye miliknya.

“Saya bisa cabut sendiri kalau dikasi tahu,” lanjutnya. 

Ditemui secara terpisah, Ketua Bawaslu Kubu Raya Uray Juliansyah membantah tudingan tersebut. Menurut Uray, penertiban yang dilakukan sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku. Berkenaan dengan tuduhan bahwa Bawaslu tidak melayangkan surat pemberitahuan sebelum melalukan penertiban, Uray Juliansyah mengaku sudah menyampaikan surat tersebut melalui liaison officer partai tersebut pada pekan lalu. 

“Intinya kami sudah melalui mekanisme dan prosedur. Kami sudah menyampaikan surat Minggu lalu. Sudah kami sampaikan ke media juga kalau kami akan melakukan penertiban APK,” imbuhnya. 

Pada dasarnya, sebut Uray, Bawaslu sama sekali tidak melarang peserta Pemilu untuk memasang alat peraga kampanye. Namun dengan catatan, APK yang dipasang mesti sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

“Kami tidak melarang peserta Pemilu memasang APK. Tapi, harus sesuai aturan, tempat maupun ketertiban umum,” tukasnya. 

Atas penjelasan dari Bawaslu ini, Akang pun tampak mereda setelah sebelumnya sempat terpancing emosi. Ke depan, sebelum penertiban APK Bawaslu dimintanya untuk melakukan komunikasi intensif dengan peserta Pemilu demi mencegah terjadinya insiden serupa. 

“Kami tadi sudah mendapat penjelasan dan dari Bawaslu juga sudah meminta maaf. Kami harap ke depan sebelum penertiban APK, Bawaslu bisa memanggil partai-partai supaya tidak terjadi miskomunikasi seperti tadi,” harapnya. (NAJ)