SHARE
Bupati Kubu Raya Respon Penganiayaan Anak Berujung Maut
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyesalkan terjadinya dugaan penganiayaan terhadap anak yang berujung kematian di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, baru-baru ini. Rasa sesalnya kian bertambah lantaran dugaan penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh ibu kandung dan ayah tiri korban.

“Kita tidak menduga. Kita juga kecolongan karena mereka penduduk baru, tahu-tahunya malah begitu perbuatannya,” ujarnya di Sungai Raya, Sabtu (11/1/2020).

Muda mengungkapkan, peristiwa penganiayaan dan kekerasan-kekerasan lainnya dalam rumah tangga semestinya bisa dicegah jika lingkungan sekitar lebih peduli. Setiap rumah tangga, kata Muda, harusnya saling memperhatikan agar tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga, terlebih terhadap anak bisa dideteksi sejak dini. Bupati Kubu Raya ini juga menjelaskan bahwa tujuan setiap rumah tangga saling memperhatikan bukan untuk ikut campur urusan rumah tangga lain.

“Kita menanamkan pemahaman, biarpun itu rumah tangga orang lain, tetapi ketika melihat anak-anak harusnya kita merasa bahwa anak-anak itu juga bagian dari kita yang harus kita jaga. Sekarang kita ubah paradigma. Jangan merasa terlalu mencampuri urusan rumah tangga orang lain, tetapi kita mencoba peduli. Karena khawatir lalu tiba-tiba terjadi kekerasan dalam rumah tangga, karena yang gini-gini kan selalu tersembunyi. Tahunya pasti sering kali terlambat. Ini yang deteksinya harus lebih cepat,” tuturnya.

Untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, Muda menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan sebuah kampanye besar bertemakan pengawasan dan perlindungan anak dengan menggandeng sejumlah pihak terkait, seperti B3KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan KPPAD. Langkah lainnya yang juga akan dilakukan ialah merancang program ‘RT Online Terintegrasi’ agar setiap pengaduan yang disampaikan warga, terutama terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa lebih cepat ditindaklanjuti.

“Nanti akan kita bikin suatu gerakan yang lebih luas lagi bersama B3KB, Pemdes dan semua jajaran desa. Kita coba melakukan penguatan dengan tujuan mengepung supaya tanda-tanda kekerasan itu bisa kita deteksi dini,” tukasnya. (NAJ)