SHARE
Bupati Kubu Raya Optimis Ciptakan 50 Desa Mandiri
Ilustrasi

SUNGAI RAYA – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menargetkan terciptanya 400 desa mandiri semasa kepemimpinannya bersama Ria Norsan. Di tahun pertama dan keduanya memimpin Kalbar, mantan Wali Kota Pontianak itu menargetkan sedikitnya 150 desa mandiri. 

Sutarmidji lantas menerangkan alasan pentingnya penciptaan desa mandiri. Ia berujar bahwa semakin banyak terciptanya desa mandiri maka akan memperbesar peluang masuknya para penanam modal.

“Kita punya 2031 desa, sekarang di Kalbar baru ada 1 desa mandiri. Insyaallah tahun ini bisa jadi 60 sampai 80. Tahun depan bisa tambah lagi 70 jadi 150. Dalam waktu lima tahun ini kita upayakan 400,” katanya saat ditemui pada puncak Hari Jadi ke-12 Kabupaten Kubu Raya di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (17/7/2019). 

“Kenapa perlu desa mandiri karena orang kalau mau investasi, dia akan lihat status desa itu, apakah infrastruktur dasar di desa itu memadai atau tidak. Kalau layak mereka akan investasi, tapi kalau tidak itu repot,” sambungnya. 

Menyikapi target yang dicanangkan gubernur, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyatakan kesiapannya untuk ikut menyukseskan program tersebut. Bahkan dari 118 desa yang ada, Muda menargetkan terciptanya 50 desa mandiri selama 5 tahun memimpin Kubu Raya. 

Di masa-masa awal menahkodai Kubu Raya bersama Sujiwo, Muda optimis bakal tercipta sedikitnya 20 desa mandiri. Ia optimis karena desa maju di Kubu Raya sudah cukup banyak, sehingga hanya dibutuhkan sedikit dorongan untuk memenuhi indikator-indikator desa mandiri.

“Kalau kita ada 118, tahun ini setelah kita hitung dengan poin indikator itu insyaallah kita optimis bisa sampai 20 desa pada tahun ini dan tahun berikutnya. Sampai lima tahun ke depan mudah-mudahan bisa sampai 50 desa mandiri,” tukasnya. 

“Klasifikasinya itu kan ada yang sudah maju. Yang sudah maju itulah yang akan didorong, tinggal sedikit saja yang belum memenuhi indikatornya itu. Misalnya ada lapangan olahraga yang kurang, atau ada tenaga medis yang kurang, atau ada sarana prasarana sekolah yang kurang ini yang kita dorong,” pungkasnya. (NAJ)