SHARE
Bencana Karhutla Belum Ganggu Aktivitas Penerbangan di Bandara Supadio
Potret titik panas di Kalbar. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

SUNGAI RAYA– Sebagian wilayah di Kalimantan Barat telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun bencana tahunan tersebut belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Supadio Pontianak.

Hal tersebut diungkapkan prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Pontianak Asyrofi. Dirinya mengatakan bahwa sejauh ini aktivitas penerbangan di Bandara Supadio masih berlangsung normal karena jarak pandang masih di atas 1 kilometer. 

“Penerbangan yang jelas ketika terjadi asap pasti mengganggu. Tapi, sejauh ini mungkin tidak terlalu signifikan pengaruhnya. Tetap beroperasi normal karena jarak pandangnya masih di atas 1 kilometer. Kecuali sudah di bawah 1 kilo, nah itu mungkin ada yang delay atau batal terbang,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Meteorologi Kelas I Pontianak, Kompleks Bandara Supadio Pontianak, Kamis (18/7/2019). 

Asyrofi mengungkapkan bahwa sedikitnya sudah terdapat 90 titik panas di wilayah Kalbar. Adapun wilayah dengan titik panas terbanyak ialah Landak dengan 19 titik panas, Kapuas Hulu dan Bengkayang dengan 16 titik panas, Sambas sebanyak 13 titik panas, Kubu Raya dengan 10 titik panas dan Mempawah dengan 9 titik panas.

Sejauh ini, lanjut Asyrofi, wilayah yang belum terdeteksi memiliki titik panasnya ialah Sanggau, Sekadau, Kayong Utara, Pontianak dan Singkawang. Kendati demikian, Asyrofi mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai karhutla karena pergerakan angin di sebagian besar wilayah Kalbar bertiup ke arah Barat Laut sampai dengan Utara sehingga wilayah-wilayah tersebut juga berpotensi terdampak karhutla.

“Pergerakan arah angin ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan sebagian besar atau pada umumnya bergerak ke arah barat laut sampai utara. Sebagai contoh, wilayah Ketapang ada titik panas. Itu asapnya bisa ke Kayong Utara sampai Kubu Raya. Misalnya ada (titik panas) di Kubu Raya bisa bertiup ke Pontianak,” tuturnya. 

Pada kesempatan tersebut, Asyrofi juga menginformasikan bahwa sebagian wilayah Kalbar berpotensi terjadi hujan pada tanggal 20-22 Juli 2019. (NAJ)