SHARE
Pertarungan Elit dalam Politik Lokal Indonesia

Oleh Syaf Lessy

Indonesia era reformasi pada prinsipnya menegaskan bahwa perkembangan diskursus politik lokal menjadi konfigurasi perjuangan politik. Konfigurasi ini kembali ditampilkan pada ruang publik akar rumput masyarakat Indonesia. Khususnya di dalam mengambil jalan berlangsungnya pertarungan konkret kekuatan-kekuatan sosial untuk memobilisasi kehendak publik di setiap kontestasi kekuasaan.

Dalam dinamika perkembangan politik di Indonesia tentunya agenda politik demokrasi pada hakikatnya merujuk kepada isu politik lokal yang kian marak. Kondisi tersebut cenderung menghiasi dinamika konstelasi politik saat ini.

Dalam kajian habituasi politik, ketika terjadi peralihan sistem pemerintahan sentralistik bermuara ke sistem pemerintahan desentralisasi pun kian mempengaruhi wacana perkembangan politik lokal. Semenjak bergulirnya desentralisasi asimetri murni menjadi kebangkitan politik lokal dalam menentukan kebijakan publik maupun suksesi politik di tingkat lokal.

Hal ini tentunya menandakan pemanfaatan kekuasaan dalam arena politik lokal pada akumulasi kapital dan formulasi distribusi kekuasaan elit lokal, dalam melanggengkan oligarki bisnis politik terhadap relasi kuasa yang terbentuk dalam struktur politik Indonesia.

Ada catatan demokrasi politik lokal di Indonesia yang perlu dijajaki secara seksama. Berdasarkan wacana yang berkembang dari berbagai jajak pendapat, hal ini menegaskan kepada kita bahwa deretan kalkulasi elit dalam politik lokal menangkap kekuasaan dan konsentrasi politik untuk mempengaruhi sumber sumber politik di dalam melanggengkan kekuasaan pribadi dan kelompok.

Fenomena seperti ini sering dijumpai di setiap suksesi politik lokal, sehingga klaim itu lebih mengadopsi kuasa kekayaan kalangan elit dalam membentuk kemenangan politik privat. Hal ini tentu mengabaikan kepentingan publik karena ada kontrak politik sepihak yang dibangun dari awal.

Dalam teori sumber kekuasaan, ada elit lokal yang merujuk kepada sebuah sistem kekuasaan oleh sekelompok aktor yang menggunakan seperangkat politik kuasa dengan kapasitas sumber-sumber material. Terkadang, kondisi ini berseberangan dengan kepentingan akar rumput masyarakat sebab lebih mengupayakan profit bisnis politik.

Dalam sistem oligarki elektoral Indonesia, seorang kontestan politik yang ingin mendapatkan kemenangan pada suksesi politik lokal, harus mendapatkan dukungan finansial dari elit besar untuk memasok dana politik. Hal ini tentunya menyebabkan posisi tokoh politik secara psikologis diperas oleh kontrak politik yang mencekik. Sehingga menyelewengkan seperangkat norma atau pun aturan hukum yang berlaku.

Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa pertarungan elit dalam politik lokal cenderung mendesain dan membuat ketidakpastian hukum, memainkan peranan vital tokoh politik lokal untuk meredistribusi kekayaan yang telah diwakafkan untuk setiap hajatan politik yang berlangsung.

Sukses politik lokal pada dasarnya dikemudikan oleh kepentingan elit. Kecenderungan-kecenderungan seperti ini masih masif dijaga dan dipelihara. Marketing politik, kos politik, siapa yang muncul sebagai pemenang dalam politik lokal, membeberkan kenyataan untuk memungkinkan kekuatan elit lokal memobilisasi kehendak politik di tingkat daerah.

Penulis adalah aktivis HMI