SHARE
Usut Tuntas Tabloid Indonesia Barokah di Kalbar
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Suriansyah. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Suriansyah angkat bicara mengenai tabloid Indonesia Barokah yang kini mulai masuk ke wilayah Kalimantan Barat melalui Kantor Pos Pontianak, Jumat (8/2/2019) lalu. Secara tegas, Suriansyah meminta kepada pihak kepolisian dan Bawaslu untuk mengusut secara tuntas perihal tabloid ini.

“Saya minta pihak kepolisian dan Bawaslu usut tuntas kasus tabloid ini,” tegasnya saat dihubungi via selular, Senin (11/2/2019).

Suriansyah menyatakan bahwa dirinya tidak menuduh pihak manapun terkait masuknya tabloid Indonesia Barokah ke Kalimantan Barat. Namun, dirinya menduga beredarnya tabloid Indonesia Barokah ini merupakan bentuk kepanikan dari salah satu tim kampanye pasangan calon.

“Ini sebuah kepanikan. Mempengaruhi masyarakat dengan cara kampanye hitam tapi justru masyarakat semakin solid dan akan semakin menguatkan masyarakat untuk memilih pasangan Prabowo-Sandi,” tukasnya.

Ketua DPD Gerindra Kalbar ini juga mengaku menyayangkan masih adanya kampanye-kampanye negatif yang dilakukan melalui berbagai media. Padahal, kata dia, Pemilu 2019 ini mestinya diisi dengan adu program dan gagasan yang penuh dengan edukasi politik.

“Mestinya Pemilu 2019 ini kita jadikan ajang untuk adu program dan gagasan. Sebagai ajang pesta rakyat, ajang gembira dan penuh pendidikan politik,” tegasnya.

Atas peristiwa ini, Suriansyah yang juga Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo – Sandi Kalimantan Barat ini mengimbau kepada tim kampanye dan seluruh relawan untuk tidak ikut terpancing emosi dan tetap fokus pada pemenangan pasangan nomor urut 02.

“Jangan terpancing emosi, fokus pada pemenangan,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa tabloid Indonesia Barokah sebanyak 2465 eksemplar telah masuk ke Kalbar melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia. Tabloid yang rencananya akan didistribusikan ke masjid-masjid di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat inipun sudah dibawa ke Mapolda Kalbar guna penyelidikan lebih lanjut. (NAJ)