SHARE
Ulah Oknum Penipu Mahasiswa Baru Rugikan IKIP PGRI Pontianak
Gedung Kampus IKIP PGRI Pontianak. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK– Sebanyak lima orang calon mahasiswa baru IKIP PGRI Pontianak menjadi korban penipuan oleh oknum tak bertanggung jawab. Mereka diminta oknum tersebut untuk mentransfer sejumlah uang tunai guna pembayaran daftar ulang mahasiswa baru tahun ajaran 2019/2020.

Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru IKIP PGRI Pontianak Yuver Kusnoto mengaku sangat menyayangkan kasus tersebut. Ia mengatakan bahwa mahasiswa baru semestinya mengikuti tata cara daftar ulang yang sudah disosialisasikan oleh pihak kampus supaya tidak menjadi korban penipuan. 

“Di brosur, media sosial, di web resmi dan di media mainstream lainnya kami juga sudah sosialisaikan dengan baik informasi tentang daftar ulang. Tidak ada atas nama rekening pribadi. Semuanya atas nama IKIP PGRI Pontianak,” ujarnya saat ditemui di IKIP PGRI Pontianak, Jalan Ampera Pontianak, Jumat (9/8/2019).

Jauh-jauh hari sebelum dimulainya proses daftar ulang, jelas Yuver, pihak kampus sudah menginformasikan kepada calon mahasiswa baru bahwa kampus tersebut tidak menerima pembayaran daftar ulang melalui rekening yang bukan atas nama IKIP PGRI Pontianak. Pihak kampus dikatakannya hanya memiliki nomor rekening atas nama IKIP PGRI Pontianak di dua bank berbeda, yakni Bank Kalbar dan BTN. Selain nama itu, timpal Yuver, dipastikan bukan milik IKIP PGRI Pontianak. 

Yuver juga bercerita bahwa untuk sementara ini terdapat lima orang calon mahasiswa baru yang mengaku sudah mentransfer kepada oknum tersebut. Berdasarkan keterangan dari korban, dalam melancarkan aksinya oknum pelaku juga turut mencatut nama salah satu petinggi kampus.

“Pelaku ini waktu menelpon itu bertanya, ‘Sudah daftar ulang belum?’ Kalau belum, pelaku ini minta mahasiswa baru ini bayar ke nomor rekening mereka. Kalau bagi yang sudah daftar ulang, mereka minta untuk membayar biaya tambahan seperti administrasi, pembayaran almamater, kepanitiaan, dan lain-lain,” tukasnya. 

“Nominal uang yang diminta oleh pelaku bervariasi, bergantung program studi. Ada yang Rp4.600.000 sampai dengan Rp4.750.000,” lanjutnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat IKIP PGRI Pontianak Muhammad Lahir memastikan bahwa kasus ini akan dilimpahkan kepada aparat penegak hukum. Saat ini, IKIP PGRI Pontianak tengah mengumpulkan barang bukti dan dalam waktu dekat akan melapor secara tertulis kepada Polsek Pontianak Kota. 

“Kita sedang menyiapkan laporan kepada pihak Kepolisian Sektor Pontianak Kota. Saat ini tengah dalam proses pengumpulan barang bukti. Mungkin dalam satu dua hari akan melapor secara tertulis kepada polsek,” terangnya.

Wakil Rektor I IKIP PGRI Pontianak Suherdiyanto juga ikut angkat bicara mengenai kasus ini. Dia menerangkan bahwa kasus ini baru pertama kalinya terjadi dan sangat merugikan IKIP PGRI Pontianak secara kelembagaan. Guna mengantisipasi adanya korban baru, pihak kampus dikatakannya sudah melakukan tindakan preventif. Ia turut berpesan kepada mahasiswa baru supaya hanya menerima informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak kampus. 

“Kita sudah ke Telkomsel untuk mem-broadcast ke seluruh mahasiswa baru supaya berhati-hati dengan penipuan ini. Tentu kita prihatin secara kelembagaan karena IKIP dalam hal ini dirugikan,” imbuhnya.

“Kita berpesan kepada calon mahasiswa baru supaya jangan terlalu mudah diperdaya. Informasi-informasi yang diterima baiknya disaring terlebih dahulu dan saya sarankan agar mereka (mahasiswa baru) hanya menerima informasi resmi dari kita. Kemudian bagi mereka yang ragu akan kebenaran informasi yang tersebar, bisa menghubungi nomor telepon Ketua Panitia SPMB, Pak Yuver di 085250620102. Bisa juga menghubungi Pak Lahir selaku Humas IKIP PGRI di nomor 081345279987,” pungkasnya. (NAJ)