SHARE
Tak Ada Ampun Bagi Karyawan Bank Kalbar Terlibat Penyelewengan
Direktur Utama Bank Kalbar Samsir Ismail. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK– Direktur Utama Bank Kalbar Samsir Ismail menegaskan mendukung langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak yang saat ini tengah mengusut dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat di Bank Kalbar. Tak sekadar mendukung, Samsir bahkan tidak akan memberikan perlindungan hukum bagi oknum pegawainya yang terbukti melakukan penyelewengan kewenangan. 

Hal itu diungkapkan Samsir dalam rangka menyikapi dugaan tindak pidana penyalahgunaan dana bantuan keuangan atau bantuan sosial pada dewan pembina Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Adapun bentuk penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Bank Kalbar itu ialah mengubah nama rekening dewan pembina Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura menjadi nama Indra Saputra. 

“Kami mendukung apa yang dilakukan Kejaksaan Negeri Pontianak dan Polri karena terus terang saja kemungkinan pelakunya adalah oknum karyawan Bank Kalbar tapi kami belum bisa memastikan karena saat ini masih dalam proses penelitian, baik oleh Kejari maupun Polri,” ujarnya saat disambangi di Pontianak, Rabu (10/7/2019). 

Samsir mengaku juga belum mengetahui pelaku yang melakukan tindak kejahatan tersebut. Ia turut menegaskan bahwa dana yang ada di rekening tersebut tetap aman lantaran sudah dicadangkan. Meskipun dana yang ada sudah dicadangkan, lanjut Samsir, pelaku nantinya tetap akan dimintai pertanggungjawaban dengan mengganti semua saldo yang terkandung di rekening tersebut. 

Lebih lanjut Samsir mempersilakan pihak berwajib untuk memeriksa para karyawannya yang diduga ikut terlibat dalam tindak kejahatan tersebut. Kepada oknum pegawainya yang diduga menjadi dalang di balik penyelewengan kekuasaan ini, Samsir menegaskan akan terlebih dahulu menindaknya dengan sanksi yang berlaku di Bank Kalbar sebelum menyerahkannya kepada pihak berwajib. 

“Kita terbuka dan siap kita dukung sehingga nantinya di Bank Kalbar tidak lagi terjadi fraud atau kecurangan yang dilakukan oknum pegawai kita. Kita serahkan kepada pihak yang berwajib dan peraturan secara internal di perbankan kami juga tetap kita berlakukan,” tandasnya. (NAJ)