SHARE
Sutarmidji Usulkan Elpiji Satu Harga
Ilustrasi kelangkaan elpiji kemasan 3 kilogram. Foto: metro.tempo.co

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengusulkan agar pemerintah pusat menyeragamkan harga elpiji kemasan tiga kilogram. Ia berpendapat, kebijakan BBM satu harga yang sebelumnya sukses direalisasikan ikut diterapkan pada elpiji bersubsidi tersebut.

“Pak Jokowi kan sudah sukses dengan BBM satu harga. Elpiji ini harusnya satu harga juga,” ujarnya saat diwawancarai usai menghadiri Coffee Morning di Rumah Adat Betang, Jalan Letjen Sutoyo Pontianak, Jumat (8/11/2019).

Mantan Wali Kota Pontianak itu menyebut harga elpiji tiga kilogram di daerah-daerah terpaut jauh dengan wilayah perkotaan. Sebagai perbandingan, kata dia, satu tabung isi ulang elpiji di Kapuas Hulu seharga Rp24.800, sementara di Kota Pontianak seharga Rp16.500.

Harga yang sudah cukup mahal itu dikatakan Sutarmidji bisa saja bertambah tinggi. Penyebabnya ialah tersendatnya distribusi, sehingga gas elpiji yang tadinya hanya seharga Rp25 ribu hingga Rp27 ribu di pengecer, bisa meroket hingga mencapai Rp40 ribu.

“Sudahlah pendapatan masyarakat terbatas, nah akhirnya apa, ya kembali ke kayu bakar,” tukasnya.

Ketua IKA Untan ini pun menyadari kalau penerapan kebijakan tersebut tentunya membutuhkan pembahasan panjang. Jika kebijakan tersebut belum bisa diterapkan dalam waktu dekat, dirinya berharap kepada Pertamina untuk benar-benar memastikan alur distribusi elpiji tidak terhambat supaya harga ecerannya stabil dan tidak terjadi kelangkaan.

“Kalau belum bisa, minimal distribusi jangan sampai terhambat sehingga harganya bisa dijangkau oleh masyarakat,” tandasnya. (NAJ)