SHARE
Sutarmidji Apresiasi Penetapan Satu Pimpinan Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla
Caption: Gubernur Kalbar Sutarmidji. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK– Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengapresiasi kinerja Polda Kalbar yang telah menetapkan satu orang pimpinan perusahaan sebagai tersangka pembakaran hutan dan lahan. Sutarmidji bahkan mendukung Polda Kalbar untuk semakin gencar melakukan penindakan terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat.

Secara tegas, mantan Wali Kota Pontianak itu menyatakan tidak akan menghalang-halangi proses hukum terhadap para tersangka. 

“Bagus itu kalau perlu tambah lagi. Kalau perlu tambah lagi karena satu itu sedikit. Kalau memang perusahaan yang memang terbukti melakukan pelanggaran, tidak apa-apa. Tindak saja,” ucapnya saat ditemui di Kantor DPRD Kalbar, Rabu (21/8/2019).

Midji, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa dirinya telah meneken Peraturan Gubernur Nomor 39 tahun 2019 mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan. Di dalam Pergub tersebut, turut dimuat sanksi yang akan menjerat para pelaku, mulai dari teguran tertulis, penyegelan, pembekuan, sampai dengan pencabutan izin lahan konsesi. 

“Intinya kalau udah terbakar minimal tak boleh digunakan 3-5 tahun. Penyegelan itu untuk pendalaman, apakah itu dibakar sengaja atau hanya ikut terbakar. Penyegelan belum tentu diikuti dengan penindakan sebagai tersangka. Kalau kebakaran itu karena rembetan, tidak bisa juga kita tindak secara pidana. Tetapi, tindakan secara administratif boleh karena kelalaian dia membiarkannya terbakar,” imbuhnya. 

Sebagaimana diketahui, tepat pada Senin (19/8/2019) lalu Polda Kalbar telah menetapkan satu orang pimpinan perusahaan sebagai tersangka pembakaran laham. Perusahaan tersebut diketahui bergerak di bidang perkebunan sawit dan beroperasi di Kabupaten Sanggau. (NAJ)