SHARE
Stik Talas dan Amplang Penganan Khas Paling Diburu Jelang Lebaran
Stik talas, makanan khas Pontianak yang paling banyak diburu menjelang lebaran. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Makanan khas suatu daerah kerap kali dijadikan buah tangan oleh sebagian orang. Terlebih saat momen menjelang Idulfitri, buah tangan berupa makanan khas dipastikan akan lebih banyak diburu dibandingkan hari-hari biasa.

Tak terkecuali di Pontianak, para pedagang makanan khas juga kerap kebanjiran pesanan ketika Idulfitri tiba. Dari sekian banyak jenis makanan khas yang ada, di tahun ini stik talas dan amplang jadi makanan yang paling banyak dibeli oleh masyarakat.

Satu di antara pedagang makanan khas di Kota Pontianak Apo Sujono (36) membenarkan hal tersebut. Jika di hari-hari biasa stik talas kemasan 125 gram hanya terjual pada kisaran 10-20 bungkus, di momen menyambut lebaran penjualannya meningkat hingga mencapai 40 bungkus per hari.

“Meningkat sih, cuma ndak begitu lah. Stik talas yang kemasan 1,25 ons hari biasa paling banyak 20 bungkus. Kalau mau lebaran bisa sampai 40 bungkus orang beli,” ucapnya saat ditemui di toko miliknya yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Jumat (24/5/2019).

Tak jauh berbeda dengan stik talas, penjualan amplang dikatakannya juga meningkat jelang Idulfitri. Bahkan kata dia, jika dibandingkan dengan hari-hari biasa penjualan amplang saat momen lebaran dapat meningkat hingga berkali-kali lipat.

“Kalau amplang sama juga banyak dicari. Bisa sampai 40 bungkus juga sehari untuk yang ukuran 2,5 ons. Kalau hari biasa paling 10 bungkus. Itupun udah banyak dah,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Apo menuturkan bahwa puncak peningkatan penjualan makanan khas ini baru akan dimulai pada H-7 sampai dengan H-1 Idulfitri. Ia juga berujar bahwa makanan khas lainnya yang lumayan banyak terjual jelang lebaran ialah lempok durian, lidah buaya dan ikan asin. (NAJ)