SHARE
Pemerintah Liburkan Anak Sekolah di Pontianak
Ilustrasi

PONTIANAK – Pengamat pendidikan Kalimantan Barat Dr. Aswandi mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk mengambil sikap terhadap bencana kabut asap yang mulai melanda sebagian wilayah Kalbar. Dirinya khawatir, para siswa akan terkena dampak negatif dari kabut asap apabila tidak ada tindakan dari pemerintah.

“Kalau ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi, sudah dinyatakan berbahaya, saya pikir pemerintah harus mengambil sikap untuk bagaimana supaya anak tidak kena dampak negatif dari asap itu,” ujarnya saat ditemui di Pontianak, Rabu (7/8/2019).

Kendati mendorong pemerintah mengambil tindakan, Aswandi juga tidak serta merta mendukung apabila pemerintah meliburkan para siswa. Kebijakan meliburkan siswa harus dikaji lebih dalam karena menurutnya tidak ada jaminan anak-anak akan beristirahat di rumah ketika diliburkan. 

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tanjungpura ini merasa khawatir kalau anak-anak justru malah lebih banyak beraktivitas di luar rumah ketika keputusan tersebut diambil oleh pemerintah. Oleh karenanya, Ia menyarankan pemerintah untuk mempertimbangkan opsi tetap membiarkan kegiatan belajar mengajar tetap terlaksana, namun dengan catatan proses belajar mengajar di luar kelas mesti dikurangi.

Aswandi mengecualikan apabila kualitas udara di Kalbar sudah benar-benar berbahaya bagi anak-anak. Jika situasi tersebut terjadi, kebijakan meliburkan siswa dinilai dia sebagai keputusan yang cukup tepat. 

“Apakah meliburkan sekolah memang perlu? Kekhawatiran kita di sekolah kita jaga, di rumah tidak. Untuk apa diliburkan, lebih baik tetap sekolah. Makanya harus ada tindakan. Pastikan dulu kabut ini sudah sangat membahayakan barulah anak-anak diistirahatkan,” tukasnya. (NAJ)