SHARE
Sataruddin Pimpin DPRD Kota Pontianak Periode 2019-2024
Ilustrasi

PONTIANAK – Politisi PDI Perjuangan Sataruddin terpilih sebagai Ketua DPRD Kota Pontianak periode 2019-2024. Ia didampingi kolega politiknya dari Partai Nasdem Dr. Firdaus Zar’in (Wakil Ketua I),
H. Naufal Babud dari Partai Gerindra sebagai Wakil Ketua II, dan Muhammad Arif dari PKS sebagai Wakil Ketua III.

Pimpinan definitif DPRD Kota Pontianak ini resmi dilantik pada Kamis (7/11/2019). Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Pontianak di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Kota Pontianak, Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak.

Ditemui beberapa saat usai dilantik, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menyatakan tugas pertamanya sebagai pimpinan DPRD ialah membentuk alat kelengkapan DPRD (AKD). Setelahnya, barulah DPRD membahas RAPBD 2020 yang pembahasannya harus diselesaikan sebelum tanggal 30 November 2019

“Yang jelas kami akan memfasilitasi pembentukan alat kelengkapan DPRD (AKD) karena kalau tanpa AKD kita tidak bisa kerja. Setelah AKD terbentuk, besok kita akan mulai membahas APBD 2020 yang tinggal hitungan hari lagi. Tanggal 30 November terakhir, artinya ini harus cepat kita selesaikan. Kalau pembahasan tata tertib sudah, tinggal diteken,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bang Satar ini memprediksi pembahasan RAPBD 2020 tidak akan memakan waktu lama. Pasalnya, anggota DPRD periode 2019-2024 ini hanya tinggal melanjutkan pembahasan karena sebagian pembahasan RAPBD juga sudah dilakukan oleh anggota DPRD periode lalu.

“Periode 2014-2019 kemarin sudah dibahas kemarin, jadi kita tinggal melanjutkan. Tidak banyak lagi karena dewan lama sudah membahas itu di KUA PPAS-nya. Kita hanya penyisiran-penyisiran saja,” jelasnya.

Satar juga sempat menyinggung pernyataan Sekda Kalbar yang meminta lembaga eksekutif dan legislatif untuk saling menjaga harmonisasi. Ia berpendapat, harmonisasi tidak akan terjalin tanpa ada komunikasi yang baik antar kedua lembaga. Politikus PDI Perjuangan ini juga menambahkan bahwa selama memimpin lembaga DPRD nantinya, Ia akan memberikan kritik kepada Pemerintah Kota Pontianak. Namun, dirinya menggarisbawahi kalau kritikan yang dilakukan bertujuan untuk membangun, bukannya menyerang individu kepala daerah.

“Kita koordinasi, harmonisasi itu penting. Kalau komunikasinya lancar, insyaallah semuanya akan lancar. Tidak ada masalah. Kalau kritik tetap akan kita berikan. Kritik itu kan untuk membangun, bukan menyerang. Untuk kepentingan masyarakat, artinya apapun keluhan yang disampaikan oleh masyarakat ke DPRD akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan DPRD yang baru saja dilantik. Ia juga menyambut baik dilantiknya pimpinan definitif DPRD karena bisa semakin mempercepat pembahasan RAPBD 2020.

“Kita berharap setelah dilantiknya ketua dan wakil ketua ini, kita semakin cepat melakukan pembahasan RAPBD 2020. Saya rasa kita sudah awal membahas KUA PPAS. Sebagian besar kan terpilih lagi dewannya di periode ini, jadi saya rasa terkejarlah waktunya,” harapnya.

Saat ditanya mengenai hubungan pribadinya dengan Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Edi mengaku kalau dirinya dan Satarudin merupakan sahabat. Edi mengatakan kalau dirinya dan Satarudin tidak ada masalah, meskipun keduanya sempat menjadi rival pada Pemilihan Wali Kota Pontianak 2018 lalu.

“Tidak ada masalah. Politik itu kan dinamis. Pak Satar tetap menjadi sahabat dan teman-teman yang lain. Kita punya tujuan yang sama: membangun Kota Pontianak,” pungkasnya. (NAJ)