SHARE
Satar: Kalau Ada Dewan yang Malas Tulis Saja di Media
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin (kiri) bersalaman dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat A.L. Leysandri pada momen Pelantikan Pimpinan DPRD Kota Pontianak periode 2019-2024. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memastikan tidak akan melindungi anggota DPRD yang tidak disiplin. Pria yang akrab disapa Bang Satar ini bahkan mempersilakan awak media untuk memberitakan anggota dewan yang tidak taat terhadap peraturan.

“Insyaallah ke depan itu akan meningkatlah. Kita sambil berjalan ya. Kalau tidak ada peningkatan, kan teman-teman media bisa memberitakan. Bahwa anggota DPRD si A, si B ini jarang masuk, hanya mau terima haknya saja sementara kewajiban tidak dilaksanakan. Itu ditulis saja, tidak ada masalah,” tegasnya usai dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Pontianak di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak, Kamis (7/11/2019) siang.

Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan secara tegas kalau dirinya siap bertanggung jawab apabila terdapat anggota dewan yang memprotes awak media yang memberitakan perbuatan indisiplinernya. Dirinya juga memastikan kalau lembaga yang dipimpinnya itu tidak akan anti kritik dan senantiasa terbuka bagi masyarakat yang hendak menyalurkan aspirasi.

“DPRD terbuka terhadap kritik, tidak ada urusan. Mau kritik, mau maki, terserahlah. Namanya juga lembaga rakyat. Pokoknya kalau ada dewan yang malas, yang apa itu ditulis saja di media. Tidak apa-apa. Tidak masalah. Saya tanggung jawab. Bila perlu masukkan ke media sosial kalau dewan ini tidak pernah masuk. Dewan ini tidak pernah paripurna,” tukasnya.

Lebih lanjut legislator dari daerah pemilihan Kecamatan Pontianak Timur ini menjelaskan bahwa dirinya akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh anggota DPRD Kota Pontianak periode 2019-2024. Hal itu dilakukan supaya para anggotanya tidak hanya menuntut haknya sebagai wakil rakyat, tetapi benar-benar bekerja untuk masyarakat.

“Biar masyarakat menilai, oh terima gaji saja itu. Makan gaji buta. Biarkan saja itu. Artinya supaya ada efek jera biar anggota DPRD ini benar-benar bekerja. Jangan hanya mau hak saja. Saya akan melakukan pengawasan yang ketat di DPRD ini supaya semua anggota saya disiplin,” pungkasnya. (NAJ)