SHARE
Sanksi Pemecatan Ancam ASN Terlibat Narkoba
Wagub Kalbar Ria Norsan saat pemusnahan barang bukti narkoba di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo. Foto: Humas Pemprov Kalbar

PONTIANAK– Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengancam akan memecat para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalimantan Barat yang terlibat tindak pidana narkoba. Hal itu ditegaskan Norsan menyusul adanya oknum ASN yang terbukti menjadi dalang peredaran gelap narkoba di wilayah Kalimantan Barat

“Kebetulan dia (tersangka) bukan masuk di ranah kita. Kalau tadi itu ASN di Pemprov jelas kita pecat langsung,” ucap Norsan usai menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba yang digelar Polda Kalbar di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Selasa (9/7/2019).

Norsan menyatakan bahwa sanksi pemecatan tidak hanya berlaku bagi ASN yang terlibat narkoba. Ia menegaskan bahwa sanksi serupa juga akan dikenakan kepada ASN yang terbukti sebagai tersangka tindak asusila.

“Kalau bagi saya ada dua yang tidak ada ampunnya, satu narkoba dua asusila itu tetap kita pecat,” tegasnya. 

Mantan Bupati Mempawah itu lantas mengingatkan seluruh masyarakat Kalbar untuk melaporkan segera kejadian-kejadian yang dicurigai sebagai tindak pidana narkoba. Jika tidak dilaporkan, peredaran narkoba dikatakannya bisa semakin masif dan dapat berpotensi merusak masa depan generasi muda. 

Sementara itu, menyangkut adanya dugaan pemalsuan dokumen kependudukan yang dilakukan oleh salah satu tersangka, Norsan menyatakan akan memerintahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk melakukan pengecekan. Jika setelah dicek tersangka terbukti melakukan pemalsuan dokumen, sanksi yang akan diterima dipastikan bakal lebih berat. 

“Untuk KTP tadi itu saya minta ke pihak kepolisian untuk dibawa ke Dukcapil biar kita cek. Ada alat nya itu. Atau saya minta Dukcapil ke sini untuk mengeceknya langsung. Dengan menggunakan alat itu bisa ketahuan asli atau tidaknya KTP itu. Ada banyak KTP nya itu. Ada di Bandung, Balikpapan, macam-macam. Misalnya asli, nanti kita cari di wilayah mana baru nanti kita konfirmasi,” tandasnya.(NAJ)