SHARE
BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di Sumatera, Jawa dan Kalimantan
Ilustrasi pantauan cuaca.
PONTIANAK – Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprediksi dalam beberapa hari ke depan masih akan terjadi hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai guntur dan angin kencang.
Subkoordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Sutikno mengungkapkan terjadinya cuaca ekstrem disebabkan adanya gelombang atmosfer tropis berupa Madden Julian Oscilation (MJO) yang berdampak pada peningkatan curah hujan di wilayah Kalbar. Disisi lain pola angin sangat mendukung terjadinya hujan lebat di Kalbar.
“Diperkirakan sampai 15 Januari 2021 tetap berpotensi hujan lebat. Itu terjadi hampir seluruh wilayah Kalbar,” jelas Sutikno, Rabu (13/1/2021).
Sutikno mengingat masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir, puting beliung dan tanah longsor (Batingsor), apalagi cuaca ekstrem masih terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang perlu diwaspadai terutama angin kencang pada siang dan sore hari terjadi di daerah pesisir barat Kalbar yaitu Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Pontianak, Bengkayang, Mempawah, Singkawang sampai Sambas. Bahkan angin kencang sampai Landak dan Sanggau.
Kemudian potensi bencana banjir yang perlu diwaspadai wilayah bantaran sungai dan wilayah yang sering tergenang. Sedangkan untuk tanah longsor wilayah-wilayah perbukitan.
“Banjir itu penyebabnya banyak. Bukan hanya hujan lebat saja. Bisa saja karena pasang surut. Kemudian gelombang di laut saat ini sedang ektrem, terutama di Natuna yang bisa lebih dari 6 meter,” katanya.
Dia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca hari ini, sampai besok, karena masih periode cuaca ektrem atau hujan lebat. BMKG Kalbar memprediksi tidak lebat lagi diperkirakan tanggal 16 dan 17 Januari, walaupun masih ada potensi hujan lebat di sebagian wilayah Ketapang.
“Kalau bagian Kalbar lainnya sudah tidak lagi. Jadi yang perlu kita waspadai sampai tanggal 15 Januari tadi,” tutupnya. (ANS).