SHARE
PPP Bidik Delapan Kursi DPRD Kota Pontianak
Ketua DPC PPP Kota Pontianak Herman Hofi Munawar. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menargetkan raihan delapan kursi DPRD Kota Pontianak pada Pemilu 2019 mendatang. Selain raihan delapan kursi, partai berlambang Kakbah ini juga menargetkan sebagai partai pemenang Pemilu di Kota Pontianak. 

“Target kita mesti harus pada posisi ranking yang paling tinggi. Kami optimis PPP jadi partai pemenang Pemilu di Kota Pontianak dan target kita delapan kursi,” ucap Ketua DPC PPP Kota Pontianak Herman Hofi Munawar saat ditemui di Kantor DPRD Kota Pontianak, Senin (11/2/2019).

Herman menambahkan bahwa kedua target tersebut realistis bisa tercapai. Penempatan caleg-caleg yang mumpuni, bergeraknya mesin partai dari berbagai tingkatan dan konsolidasi organisasi yang berjalan baik dijadikan alasan pencapaian target tersebut. 

“Itu realistis karena konsolidasi organisasi kita yang cukup bagus. Kita menyortir betul caleg-caleg yang kita usung. Dalam artian, mereka ini semuanya sangat mumpuni dalam bidang keilmuan dan mumpuni juga dalam bersosialisasi kepada masyarakat. Makanya kita optimistis betul bahwa kita menang. Mesin partai kita dari tingkat DPC sampai ke ranting semuanya bergerak,” ungkapnya. 

Ditanya terkait fokus segmen pemilih, Herman mengaku tidak memprioritaskan suatu segmen pemilih tertentu. Sebab dirinya meyakini Partai Persatuan Pembangunan akan dipilih oleh semua segmen, baik orang tua, kaum perempuan maupun kaum muda. 

“Kita tidak menargetkan satu segmen pemilih, tapi semua segmen kita rangkul. Karena PPP ini kelompok orang tua dia bisa masuk, anak muda juga bisa masuk, kaum emak-emal juga bisa. Jadi semua segmen bisa masuk,” tuturnya. 

Menyoal dukungan partai terhadap pasangan capres/cawapres nomor urut 01, Herman mengaku tidak terlalu ambil pusing. Ia lebih memilih untuk menyerahkan persoalan dukungan terhadap capres/cawapres tertentu kepada masing-masing pemilih. 

“Kalau masalah presiden tidak terlalu kita fokuskan ya, yang kita pikirkan itu adalah bagaimana perolehan suara partai bisa maksimal. Persoalan presiden, ya kita serahkan ke masing-masing pemilihlah,” tandasnya. (NAJ)