SHARE
Polresta Pontianak Tetapkan Tiga Tersangka Penganiayaan Siswi SMP
Para pelaku dan terduga pelaku ketika memberikan keterangan pers di Mapolresta Pontianak. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak menetapkan tiga orang tersangka atas kejadian penganiayaan terhadap siswi salah satu SMP di Kota Pontianak. Ketiga pelaku yang masih berstatus pelajar tersebut antara lain FZ alias LL, TR alias AR dan ND alias EC.

“Sore ini kita tetapkan tiga tersangka yaitu FZ alias LL (17). TR alias AR (17), ND alias EC (17). Mereka mengakui melakukan penganiayaan, tapi tidak secara bersama-sama mengeroyok dalam waktu yang bersamaan. Mereka melakukan dengan tersangka yang satunya, kemudian lanjut tidak lama lari. Oleh tersangka yang kedua kemudian yang ketiga,” ucap Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir saat ditemui di Mapolresta Pontianak, Rabu (10/4/2019) malam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, ketiganya mengaku telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Adapun tindakan penganiayaan yang diakui pelaku ialah menjambak rambut, memiting, mendorong hingga terjatuh, memukuli dan melempari korban dengan alas kaki.

“Fakta yang ada itu menjambak rambut. Ada juga sampai mendorong hingga terjatuh. Tersangka yang satunya juga sempat memiting, memukul dan melempar sandal. Itu ada dilakukan. Itu diakui oleh para pelaku,” sambung Anwar.

Sebelum melakukan penetapan tersangka, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap 9 prang saksi yang salah satunya merupakan ibu korban. Selama dilakukan pemeriksaan, pelaku dikatakan Anwar didampingi oleh pihak keluarga, Lembaga Pemasyarakatan Anak dan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat

“Didampingi oleh keluarga tersangka, Lapas dan KPPAD. Total saksi yang sudah diperiksa ada 9. Di TKP ada 12, termasuk saksi pelapor yaitu ibu korban,” tuturnya.

Anwar menambahkan bahwa ketiga tersangka ini akan dikenakan dengan pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak. Lantaran masuk kategori penganiayaan ringan, ancaman hukuman pidana yang dikenakan terhadap pelaku ialah kurungan 3 tahun 6 bulan. Adapun barang bukti yang diamankan polisi ialah telepon genggam milik tersangka, sandal dan beberapa barang lainnya.

“Sementara yang kita sita adalah HP tersangka. Kemudian ada beberapa sandal yang digunakan untuk melempar, kemudian ada beberapa barang lagi. Terhadap tiga tersangka ini, kita kenakan pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak. Ancaman pidananya adalah 3 tahun 6 bulan kategori penganiayaan ringan, berdasarkan hasil visum yang dikeluarkan hari ini oleh Rumah Sakit Pro Medika,” tandasnya. (NAJ)