SHARE
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menanyai kedua tersangka tindak pidana narkoba. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar kembali membekuk dua orang tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Penangkapan yang terjadi pada Rabu (12/6/2019) dini hari itu dilakukan di ruang kamar salah satu hotel di Kota Pontianak. 

Narkoba jenis sabu itu rencananya akan dikirim oleh kedua tersangka ke Pangkalan Bun, Provinsi Kalimantan Tengah. Sabu seberat 25 kilogram itu pun sudah dikemas ke dalam 25 bungkus dengan berat masing-masing 1 kilogram.

Kedua tersangka yang diketahui berinisial SE (28) dan JH (25) ini mengaku diarahkan oleh Mr. X yang statusnya saat ini masih buron. SE diperintahkan untuk membawa sabu sebanyak 13 bungkus yang sudah dimasukkan ke dalam koper warna merah, sedangkan JH diarahkan untuk membawa 12 bungkus sabu yang juga sudah dimasukkan ke dalam tas warna hitam. 

Atas perintah dari Mr. X, SE diminta berangkat ke Pangkalan Bun dengan menggunakan bus Pada Rabu (12/6/2019) pagi guna membawa barang haram tersebut. Sementara JH diperintahkan untuk menyusul SE pada keesokan harinya dengan menggunakan bus yang sama. 

Sayangnya keberangkatan keduanya urung terjadi karena digagalkan oleh Ditres Narkoba Polda Kalbar. Kedua tersangka terlebih dahulu dibekuk kemudian digiring ke Ditres Narkoba Polda Kalbar guna proses hukum lebih lanjut. 

Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti antara lain 25 bungkus sabu, 4 plastik transparan berisi narkotika jenis sabu, 6 unit telepon genggam, 4 buah tas, 15 keping KTP palsu, dan 2 buah buku rekening bank. Barang bukti lainnya yang juga ikut diamankan ialah 3 keping kartu ATM, 2 buah dompet, 1 buah kunci, 1 unit alat token bank, 1 buah alat hisap sabu, 1 unit kendaraan roda empat dan uang tunai senilai Rp1.900.000. 

Atas kejadian ini, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono pun angkat bicara serta mengajak seluruh warga Kalbar untuk memberantas peredaran gelap narkoba. Terlebih narkoba ini merupakan barang haram dan dapat merusak generasi muda. 

“Narkoba ini barang haram dan merusak generasi muda kita. Ke depan boro-boro mereka ini mau unggul, berkompetisi pun tidak bisa. Oleh karenanya, mari seluruh warga Kalbar kita berantas bersama-sama. Tidak ada satupun yang melindungi narkoba,” ucapnya saat diwawancarai awak media di Mapolda Kalbar, Jumat (14/6/2019) sore. 

Lebih lanjut Kapolda memastikan bahwa narkoba jenis sabu ini merupakan kiriman dari luar daerah atau luar negeri. Dengan kata lain, sabu tersebut tidak diproduksi di wilayah Kalbar. 

“Kalau diproduksi di Kalbar kayak nya tidak. Kalau ada yang berani memproduksi di Kalbar habislah dia. Pasti, karena orang Kalbar sudah tahu semua,” tandasnya. (NAJ)