SHARE
Polair Amankan Seribu Kayu Ilegal di Kubu Raya
Tumpukan kayu ilegal yang disita aparat polisi perairan Polda Kalbar. Foto: MAN/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Belum lama Polres Kubu Raya mengungkap kasus illegal logging di Hutan Lindung Desa Kalibandung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kini giliran Polair Polda Kalbar yang mengamankan setidaknya seribu batang kayu olahan campuran ilegal.

Informasinya, seluruh kayu tersebut berasal dari hutan sekitar Desa Sungai Asam, Kecamatan Sukalanting, Kabupaten Kubu Raya. Kayu diangkut menggunakan kapal motor tanpa nama di perairan Sungai Kapuas, tepatnya di steher Gang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (8/10/2020).

“Dari pengakuan pelaku, kayu ilegal berbagai ukuran ini didapat di hutan sekitar Sungai Asam, Desa Sukalanting,” ungkap Kanit Lidik Gakkum Ditpolair Polda Kalbar, Iptu Jumari Setiawan Rabu (14/10/2020).

Jumari mengatakan pelaku yang membawa kayu-kayu tersebut berinisial SM yang kapasitasnya hanya sebagai pembawa kayu. Sementara untuk identitas si pemilik masih dalam penyelidikan.

“Nanti kita urut sampai ke akar-akarnya,” tegas Jumari.

Pengamanan kayu ini berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas pengangkutan kayu menggunakan kapal motor yang diduga ilegal. Berangkat dari itu, Subditgakum Ditpolairud Polda Kalbar kemudian mendatangi lokasi, dan didapati adanya kapal motor berisi kayu olahan tanpa dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKHH).

Sebelumnya, Polres Kubu Raya juga mendapati aktivitas yang sama di dalam kawasan Hutan Lindung Desa Kalibandung. Saat ini, sudah tiga orang yang ditetapkan tersangka oleh polisi. Masing-masing berinisial US, MR, dan Ad yang disebut pemilik kayu-kayu tersebut.

“Bulan lalu kita tetapkan sebagai tersangka setelah rangkaian penyidikan yang kita lakukan. Untuk jumlah kayu yang diamankan kurang lebih 1000 batang,” kata Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, AKP Charles BN Karimar saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2020).

Kata Charles, ketiganya merupakan warga Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Aktivitas penebangan kayu di dalam Hutan Lindung tersebut baru berlangsung sekitar dua bulan lamanya.

Namun, berdasarkan penulusuran sebelumnya, aktivitas illegal logging di wilayah Hutan Lindug Desa Kalibandung ini sudah berlangsung lama. Bahkan informasinya sejak tahun 2012 hingga sekarang.

Ada beberapa jenis kayu yang dirambah, di antaranya Geronggang (Cratoxylon arborescens BI), Bintangur (Calophyllum), Meranti (Shorea), Kapas (Populus), Jelutung (Dyera costulata), Jongkang (Palaquium Leiocarpus) dan jenis kayu Ubah (Syzygium attenuatum).

Jika dilihat dari citra satelit, di dalam kawasan ini sudah mengalami perubahan yang signifikan. Beberapa lahan di dalam kawasan terlihat seperti bercak-bercak. Berdasarkan hitungan kehilangan tutupan pohon menggunakan global forest watch, sejak tahun 2012 sampai 2019, di dalam kawasan Hutan Lindung ini sudah kehilangan setidaknya sekitar 98 hektar atau setara dengan 140 kali luas lapangan bola dari luasnya yang mencapai 3.147 hektar.

Masifnya aktivitas illegal logging di hutan Kabupaten Kubu Raya secara tidak langsung mengancam keberlangsungan ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Apalagi, kata salah seorang masyarakat setempat di dalam Hutan Lindung ini memiki banyak potensi. Selain kayu, di dalamnya juga punya Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), di antaranya rotan, anggrek, kantong semar. Bahkan, hutan ini menjadi habitat orangutan dan bekantan. (MAN)