SHARE
Pemprov Kalbar Tunggu SK Pelantikan Para Bupati Terpilih
Sumber : http://aceh.tribunnews.com

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih menunggu SK pengangkatan dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih dari Kementerian Dalam Negeri.

Di Kalbar, ada lima daerah yang menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati. Daerah tersebut adalah Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Mempawah, dan Sanggau.

Bupati dan wakil bupati terpilih Kayong Utara adalah Citra Duani dan Effendi. Keduanya memenangi kontestasi pilkada di Tanah Kayong pada Juni 2018 lalu. Pelantikannya akan dilakukan oleh Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami menunggu SK, jika sudah siap maka tinggal diajukan ke gubernur untuk dilantik,” kata Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat Yohanes Budiman di Balai Petitih, Jumat (7/9/2018).

Selain Kayong, Kota Pontianak dan Mempawah juga masuk dalam pelaksanaan pilkada serentak. Pasangan yang menang di Kota Pontianak, adalah Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan. Pelantikan keduanya baru dilakukan ketika masa jabatan berakhir.

“Masa jabatan Wali Kota Pontianak baru berakhir tanggal 23 Desember 2018. Keduanya dilantik ketika masa jabatanya berakhir,” jelas Budiman.

Saat ini Edi Rusdi Kamtono menjadi pelaksanan tugas Wali Kota Pontianak menggantikan Sutarmidji yang dilantik sebagai Gubernur Kalimantan Barat. Begitu juga dengan Mempawah.

Wakil Bupati Gusti Ramlana menjadi pelaksana tugas Bupati Mempawah, karena Ria Norsan dilantik sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Akhir masa jabatan Bupati Mempawah pada April 2019.

Begitu juga dengan Kabupaten Kubu Raya. Akhir masa jabatannya 17 Februari 2019. Hal yang sama juga dengan Kabupaten Sanggau, pelantikan dilakukan ketika masa akhir jabatan.

“Tetap patokannya berakhir masa jabatan. Baik Sanggau, Mempawah, Pontianak dan Kubu Raya dilakukan tahun depan. Hanya saja tentu diatur apakah dilantik secara serentak atau tidak masih menunggu informasi selanjutnya,” terang Budiman.

Meski demikian, Budiman meyakini ada perubahan kebijakan terkait penetapan dan pelantikan pimpinan daerah yang memenangi kontestasi pilkada serentak. Acuan dari pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang maju dari jadwal sebelumnya.

“Tetap ada penyesuaian. Saya yakin tetap ada perubahan kebijakan di pusat, sedang menyusun rencana pelantikannya. Seperti Pontianak, apakah pelantikan wali kota mengikuti tahap ke berapa atau bagaimana. Begitu juga dengan Mempawah juga,” papar Budiman.

“Ada telegram terbaru, baru diterima dalam minggu ini. Jika dulu pelantikan dilakukan serempak sekarang ada kebijakan baru lagi. Bupati yang selesai masa akhir jabatannya per 30 Desember harus sudah dilantik, ada fleksibel jaraknya. Pastinya begitu ada SK mendagri siap maka kami akan dilantik dan itu dilakukan di provinsi,” tambah Budiman.

Kendati demikian, Budi memastikan persiapan utama yang harus dilakkan adalah pelantikan bupati dan wakil bupati Kayong Utara. “Kami sedang berkonsultasi dengan pemerintah pusat, tunggu SK-nya, jika SK Sudah keluar kami ajukan pertimbangan ke Pak Gubernur,” pungkasnya. (NAN)