SHARE
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menerima penghargaan Natamukto Award dari Chairman International Council for Small Business (ICSB) Indonesia Hermawan Kartajaya. Foto: Humas Pemkot Pontianak

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak meraih penghargaan Natamukti Kategori Kota dari International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Senin (7/10/2019) malam. Penghargaan yang diberikan kepada kota dan kabupaten yang terbaik dalam meningkatkan daya saing UMKM itu diterima oleh Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan di International Convention Center IPB Bogor, Jawa Barat.

Kota Pontianak menjadi satu di antara 11 kota di Indonesia yang meraih penghargaan dari organisasi nirlaba internasional tersebut. Selain Pontianak, kota-kota lainnya yang meraih penghargaan serupa ialah Balikpapan, Bandung, Bengkulu, Jakarta Timur, Jambi, Malang, Medan, Padang, Tangerang dan Tangerang Selatan.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengaku bersyukur atas penghargaan yang rutin diberikan oleh ICSB sejak 2016 tersebut. Dirinya berharap, penghargaan ini dapat memotivasi Pemkot Pontianak untuk semakin memajukan UMKM.

“Kita berharap penghargaan yang diterima ini bisa menjadi penyemangat semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM yang ada di Pontianak,” ujarnya kepada¬†kalbarupdates.com, Selasa (8/10/2019) pagi.

Diakui Bahasan bahwa Pemkot Pontianak memang tengah serius menggalakkan pengembangan UMKM. Salah satu contohnya ialah memberikan fasilitas bagi para pelaku UMKM yang hendak mengembangkan produknya, yakni dengan membangun gedung UMKM Center yang berlokasi di Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak.

“Tujuannya sebagai sarana pemasaran, edukasi dan inkubator bisnis pelaku UMKM. Serta, sebagai pusat informasi produk unggulan dan destinasi wisata di Kota Pontianak. Produk-produk UMKM juga kita tampilkan di gedung itu,” imbuhnya.

Sementara itu, penentuan penerima penghargaan Natamukti 2019 ini dilakukan melalui proses panjang. Proses tersebut dimulai dari riset yang dilakukan tim ICSB yang dari berbagai daerah, lalu kemudian diverifikasi di lapangan oleh tim ahli ICSB.

Verifikasi dilakukan dengan mengacu pada Model Natamukti, yaitu bagaimana melakukan pengembangan UMKM yang Terpercaya, Terdepan, dan Teratur. Hasil riset dan verifikasi itu kemudian disusun dalam daftar usulan, untuk kemudian ditetapkan sebagai peraih penghargaan. (NAJ)